Buru Akik Mamuju Dengan Ritual Gaib

Batu akik sampai sekarang masih digemari di Makassar. Terbukti, perburuan bongkahan batu hingga harus menempuh jalur terjal pegunungan masih terus dilakukan para penggemarnya.

Sampai sampai, tidak jarang mereka harus menggelar ritual khusus demi bisa mendapatkan batu yang diinginkan.
Ritual ini bisa di dapati, di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat . Untuk bisa mendapatkan bongkahan batu akik Manakarra, para pemburu harus menggelar sesajen dan memotong ayam hitam.

Manakarra adalah jenis batu yang memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi. Batu ini hanya ada di desa Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

“Menemukan batu ini sangat sulit karena letaknya 5 meter di bawah permukaan tanah,” ujar Awin warga desa Botteng, Kab. Mamuju, Sulbar yang ditemui di kontes batu akik yang digelar di Pasar Segar Panakukang Makassar.

Awin megatakan batu Manakarra sulit dicari sehingga masih ada kelompok masyarakat yang meyakini mencari batu tersebut dengan cara menggelar ritual.
Batu Manakarra nilainya mahal selain dibuat jadi batu akik juga dijadikan batu hiasan oleh para turis mancanegara. Malah dari suku tionghoa, juga menjadikan batu marakarma untuk dijadikan mediasi penyembahan.

“Kalau mereka temukan batu itu mereka membakar sesajen dan dupa serta rokok” kata Arwin.
Batu Manakarra, kata Awin meski ditemukan di kawasan gunung tapi memiliki bentuk yang mirip jenis batu karang laut. Warnanya juga beragam yakni hijau, hitam, ungu dan jika terkena cahaya warnanya sangat mencolok.

“Sekarang batu Manakarra hanya dijual dalam bentuk hiasan meja atau hiasan lainnya. Harganya sebagai batu hiasan sampai dengan puluhan juta tergantung pecinta batunya,” Ujar Arwin.

Facebook Comments
Share Button