Cerita Mistis Kisah Nyata Penampakan Kuntilanak

Cerita Mistis Kisah Nyata Penampakan Kuntilanak

Cerita Mistis Kisah Nyata Penampakan Kuntilanak. Kumpulan kisah mistis terbaru tentang penampakan hantu kuntilanak yang menyeramkan. cerita hantu kuntilanak hamil beranak paling mengerikan, gentayangan dan Ketika keluar dari rumahnya, jam dinding yang menempel di ruang tamu telah menunjukkan pukul lima Iebih tiga puluh menit. Senja telah tiba. Sebentar lagi matahari akan tenggelam dan masuk ke peraduannya. Di ufuk barat, sinar lembayung yang merah merona memancar di punggung bukit. Secara perlahan-lahan hari yang tadinya terang benderang, berangsur-angsur menjadi remang. Sore itu Ustadz Abdul Rohman telah berdandan rapi. Maklum saja, malam nanti dia telah dijadwalkan akan memberikan ceramah pada peringatan lsra’dan Mi’raj di tetangga desanya.

Tepatnya di Kampung Sawangan, Desa Margajaya, Depok, Jawa Barat. Dalam kepergian sore itu, Ustadz Abdul Rohman sama sekali tidak membawa teman ngobrol di jalan. Dengan pertimbangan bahwa jarak dari rumahnya ke tempat pengajian hanya kurang dua kilometer saja. Untuk lebih cepat sampai ke tujuan, rencananya Ustadz Abdul Rohman akan menerobos jalan kampung walaupun harus menyeberangi sungai dan menyelusuri jalan setapak yang sunyi, karena memang jauh dari perkampungan penduduk. Gelapnya malam dan sunyinya sepanjang perjalanan, tidak membuat surut rencana Ustadz. Dia memang sudah terbiasa bepergian di waktu malam sendirian, terutama bila memenuhi panggilan untuk memberikan ceramah di berbagai tempat. Seperti halnya sore itu, setelah kurang Iebih duapuluh menit menempuh perjalanan dari rumahnya, akhirnya dia tiba di tepi sebuah sungai. Karena waktu shalat Magrib telah tiba, dia bergegas mencari tempat untuk sembahyang. SBOBET

Cerita Mistis Kisah Nyata Penampakan Kuntilanak. Kebetulan dia menemukan sebuah mushola di atas kolam. Setelah mengambil air wudhu, dia Iaksanakan shalat dengan khusyuknya yang dilanjutkan dengan wiridan yang cukup lama. Begitu keluar mushola, keadaan telah gelap. Ustadz Abdul Rohman sudah bersiap-siap akan melanjutkan perjalanannya. Dengan hati-hati dia menuruni tebing pinggiran sungai dengan maksud untuk menyeberang. Kebetulan air sungai saat itu arusnya tidak seberapa deras, karena sedang musim kemarau. Baru beberapa Iangkah saja dia menyeberang, pendengarannya menangkap suara yang datangnya dari arah sebelah barat. Di sana ada sebuah lubuk yang cukup besar dan dalam. Sekeliling lubuk itu di pinggirannya lebat ditumbuhi rumpun bambu serta semak belukar.

Sebelah atasnya tumbuh pohon beringin tua yang dahannya menjulur ke tengah sungai sehingga keadaan di sana sangat gelap. Dan dan situlah suara aneh tersebut terdengar oleh Ustadz.

“Ciap…ciap…ciap…!”

Demikian suara tersebut terdengar dengan jelas seperti jerit anak ayam yang kehilangan induknya. Tak lama kemudian, suara itu hilang disusul dengan berkelebatnya bayangan hitam di atas kepala Ustadz. Sebelum dia sadar makhluk yang terbang di atas kepalanya itu, Ustadz Abdul Rohman tersentak kaget. dia melihat ada makhluk aneh bertengger di atas ketinggian pohon. Cerita Mistis Kisah Nyata Penampakan Kuntilanak

“Hi…hi…hi…hi …!“Terdengar suara seorang wanita yang tertawa seolah-olah mentertawakan kelakuan Ustadz yang tengah menyeberang sungai.

Untuk menjaga keseimbangan agar tidak terpeleset, kaki Ustadz Abdul Rohman meraba raba batu yang akan diinjaknya karena dasar sungai itu sangat licin. Salah melangkah sedikit saja, dia bisa jatuh dan terseret arus yang kian ke tengah dan kian deras.

Yang menjengkelnya, makhluk di atas pohon tu terus saja mengumbar tawanya yang membuat bulu kuduk merinding.

“Diam makhluk keparat! Disangkanya aku takut sama kamu ya,”bentak Ustadz Abdul Rohman.

Cerita Mistis Kisah Nyata Penampakan Kuntilanak. Namun, makhluk itu terus saja tertawa. Suara tawanya malah terdengar semakin nyaring dan menyeramkan. Kalau bukan Ustadz Abdul Rohman yang terkenal cukup pemberani, pastilah orang yang mendengarnya akan Iari tungang-langgang. Sebagai seorang yang ahIi tirakat, Ustadz Abdul Rohman memang biasa mendatangi tempat yang jarang dijamah manusia. Karena sudah terbiasa, sehingga dia tak peduli dengan gangguan gaib seperti itu, apalagi sampai dia harus ketakutan. Meski sosok Kuntilanak itu terus saja tertawa menyeramkan, Ustadz Abdul Rohman terus saja menyeberang hingga akhirnya sampai ke tepi sungai. Setelah merapikan pakaiannya, kemudian dia beranjak dari tempat itu, sama sekali tidak mempedulikan gangguan si Kuntilanak. Cerita Mistis Kisah Nyata Penampakan Kuntilanak

Dengan diterangi lampu senter di tangannya, setapak demi setapak kakinya melangkah menyelusuri jalan yang terus menanjak, sehingga suara itu tidak terdengar Iagi.Tak berapa lama kemudian dia tiba di desa tetangga dan memberikan ceramah agama di sana. Kurang lebih pukul 23.00 WIB, Ustadz Abdul Rohman telah selesai memberikan ceramahnya. Masyarakat yang mengikuti pengajian malam itu, berangsur-angsur meninggalkan tempat, kembali ke rumahnya masing-masing.

Begitu pula setelah panitia penyelenggara mengucapkan tenima kasih, Ustadz pun mohon diri. Dia hanya diantarkan oleh panitia sampai ke serambi masjid. Meskipun panitia bermaksud mengantarkannya sampai rumah kediamannya, namun Ustadz Abdul Rohman menolaknya dengan halus. Udara musim kemarau terasa sangat dingin menusuk persendian. Langit kelihatan cerah ditaburi oleh jutaan bintang. Begitu pula bulan yang baru menyembul di balik awan nampak memancarkan sinarnya yang permai.

Waktu terus merayap menjelang tengah malam. Ustadz Abdul Rohman terus melangkahkan kakinya untuk tiba di tempat kediamannya yang sederhana.

Sepanjang perjalanan yang dilalui Ustadz Abdul Rohman keadaannya telah sunyi sepi. Yang terdengar cuma suara binatang binatang malam.

Setelah melewati perkampungan, Ustadz Abdul Rohman harus menerobos ladang milik penduduk, kemudian jalan setapak itu mulai menurun, berkelok-kelok mengikuti punggung perbukitan.

Namun akhirnya sampailah dia ke tempat di mana dia tadi menyeberang,dan sempat diganggu makhluk menyeramkan berwujud Kuntilanak.

Seperti halnya tadi ketika berangkat, sesampainya di pinggir sungai dia kemudian menyeberang. Menurut perhitungan, kira-kira setengah jam lagi Ustadz Abdul Rohman pasti tiba di rumahnya.

Namun, begitu sampai di tengah tanjakan yang mengarah ke jalan setapak menuju rumahnya, tiba-tiba dari bawah tebing sungai terdengar suara seorang wanita memanggilnya.

‘Pak Ustadz…Pak Ustadz.,.tunggu dulu!”

Ustadz Abdul Rohman sempat kaget dan sulit percaya. Mengapa tiba-tiba ada seorang wanita di tengah malam buta yang memanggil manggil dirinya?

Karena penasaran Ustadz Abdul Rohman menghentikan Iangkahnya. Dia melihat ke arah sumber suara tadi. Beberapa saat kemudian, memang kelihatan seorang wanita yang masih memanggil-manggil namanya. Yang tak kalah aneh, wanita itu ternyata sedang menggendong seorang bayi.

“Aneh sekali, mengapa malam-malam begini ada seorang perempuan yang berkeliaran dengan menggendong bayinya?”Batin Ustadz Abdul Rohman sambil berusaha tak berpraduga yang macam-macam. Karena masih terpaut jarak yang agak jauh, ditambah dengan suasana malam yang gelap gulita, wajah wanita itu belum kelihatan jelas di mata Ustadz Abdul Rohman, yang ketika itu menunggunya dengan penuh tanda tanya. Cerita Mistis Kisah Nyata Penampakan Kuntilanak

Setelah kurang lebih lima meter, wanita itu kembali berkata dengan penuh permohonan, “Pak Ustadz, tolong saya. Kebetulan sekali malam ini saya bertemu dengan Pak Ustadz’’.

“Siapa sebenarnya kamu? Manusia atau makhluk halus?”Tanya Ustadz dengan nada dibalut keheranan.

“Masa Pak Ustadz lupa kepada saya. Kan saya ini dahulu murid Pak Ustadz ketika saya belajar ngaji!”Jawab si wanita.

Ustadz Abdul Rohman mengerutkan keningnya sambil menatap sosok yang berdiri tegak di hadapannya.”Oya, siapa namamu?” Tanyanya kemudian.

“Winarni, Pak Ustadz!”Jawab wanita itu.

“Winarni?”Ulang Ustadz Abdul Rohman dengan kening semakin berkerut dalam.”Oya, aku baru ingat sekarang. Kalau tidak salah kamu ini dari desa Sidamulih kan?”Tanya Iebih lanjut.

“Betul, Pak Ustadz!”Jawab perempuan yang mengaku sebagai Winarni itu, singkat.

Sambil menatap Winarni, Ustadz Abdul Rohman berkata,”Apa sebenarnya tujuan kamu sehingga di malam buta begini kelayapan dan ingin bertemu dengan aku? Bukankah seorang wanita itu tidak baik bepergian sendirian tengah malah begini?

‘’Apalagi sekarang kamu ada di tempat yang sunyi, dengan menggendong bayi pula. Apakah kamu tidak takut kalau nanti ada orang yang akan berbuat jahat? Lagi pula kalau ingin bertemu denganku kau kan bisa datang kapan saja ke rumah’’

Dengan suara pelan Winanni menjawab, “Saya tidak perlu takut pada apa pun, Pak Ustadz! Terus terang saja, saya sudah kesana kemani, sampai akhirnya berada di tempat yang tidak semestinya ini.

‘’Hal ini saya lakukan hanya karena saya ingin sekali bertemu dengan Pak Ustadz. Kalau datang ke rumah Bapak, saya malu sekali karena saya sekarang jadi begini’’

Ustadz Abdul Rohman tidak segera mampu mencerna apa yang dimaksud Winarni……………..BERSAMBUNG KE PART 2

Facebook Comments
Share Button