Cerita Mistis Aku Yang Pernah Menaiki Bus Hantu

Cerita Mistis Kejadian Penyanyi dialami Saya Saat di Bandung pas mau Pulang Ke Sukabumi. Awalnya Saya Berencana Pulang Ke Sukabumi hari sakit. Teman Saya, Bram, ajak Saya Dan Teman-teman kampus yang lain nonton. Saya sebetulnya ogah Ikut, soalnya Ingin Cepat-Cepat balik Sukabumi. Tetapi dia memaksa Saya, Dan berjanji Begitu Selesai, akan antar terminal Saya Ke. Ya Sudah Saya Ikut nonton.

Jam 11 Malam, Bram menepati janjinya. Dia mengantar Saya Sampai ke terminal. Kondisi terminal Sudah Sangat sepi. Saya Mencoba Mencari-cari bis tujuan Sukabumi. Tetapi sepertinya Saya hari ITU Cukup sial, KARENA bis Yang Menuju Sukabumi Sudah TIDAK ADA. Cerita Mistis

Saya TIDAK can tunggu Sampai Besok pagi. Acara pernikahan kakak Saya Besok. Saya Mulai Menyesal Ikut yang lain menonton. Tetapi Begitulah, penyesalan Selalu Datang Terlambat. Saya memutar otak untuk review memikirkan OPSI untuk review can Sampai ke Sukabumi. Malam ITU, Udara terasa Anda Dingin. Saya pun TIDAK tahan Ingin Ke toilet untuk review Buang Kecil udara. Sialnya dicari-cari kok, TIDAK ADA toilet. Ya Sudah, Terpaksa cari Satu pohon gede di Pinggir jalan Dan Penghasilan kena pajak Melihat hal Sekitar TIDAK ADA jalan, Saya pun menuntaskannya di Situ. Cerita Mistis

Setelah buang air kecil. Segera aku melihat sebuah bus. Kondisi gelap tapi dalam tampak ramai. Ketika mendekati, ternyata bus menuju Sukabumi! Beruntung saya! Tanpa berpikir aku segera naik bus. Meskipun dalam gelap, ternyata penumpang sudah cukup banyak. Mengapa saya tidak menyadari ada yah bis ini? Dan mengapa lampu tidak menyala baik? Ah, mungkin cahaya rusak.

Saya memilih tempat duduk untuk dua depan, sisi kiri. Aku mencoba untuk tidur, tapi tidak ada yang membuat saya sangat kesal di bus. Batuk, kakek, ditambah bayi yang menangis. Sulit bagi saya untuk tidur. Saya harus segera istirahat, karena jika tidak indah di adikku pernikahan lelah. Syukurlah beberapa saat kemudian, suasana itu tenang lagi. Saya kira akhirnya jatuh tertidur pada saat. Cerita Mistis

Dalam waktu antara terjaga dan tidur, aku mencium bau Melati dari bus. Aku melirik ke tangannya, akan ditampilkan di 12 di malam hari. Datang dari belakang. Tertarik saya berbalik. Ada seorang wanita yang tampak seperti sinden. Saya tidak menyadari ada seorang wanita tidak. Perempuan menatapku, terlalu, untuk sejenak mata kita satu sama lain. Aku cepat berbalik menghadapi maju, takut menyinggung dia..

Saya menjadi tidak dapat tidur. Dan anehnya tampaknya sangat lambaaaat bis ini beroperasi sekali. Bahkan suara mesin tidak suara. Kondisinya benar-benar aneh. Tiba-tiba hatiku berdebar sendiri.

Tiba-tiba berhenti kendaraan. Aku penasaran untuk melihat apa. Ternyata seorang biker yang duduk di lantai. Kecelakaan kah? Aku bergegas menuruni tangga dan ke pengendara. Melihat apakah dia baik-baik saja. Orang pemotor ini rupanya tampaknya ojek. Wajahnya adalah ashen.

“Sir? Hal ini Oke sir? “Saya bertanya.

Ia terbata menjawab, “Anda…… hantu atau manusia?”

Apa salah dengan orang ini, pikirku. “Hah? Sir itu? Tentu saja, saya laki-laki, Sir. Ayah dapat berdiri? “

Mungkin stres? Saya pikir.

Dia datang kembali mengatakan, “… AA Aa sadar naik apa?”

“Ya sir… Naik bus kok pakai bertanya lagi. Bus itu hampir memukul Anda. “

“Tidak! Naik Aa yang telah peti mayat! “

Facebook Comments
Share Button