CROWN-NEW-527x65 kartuking SARANA-728x90 simpatiqq mwtoto asuspoker

Cerita Mistis di Gorontalo Dilarang Keluar Rumah saat Langit Memerah

saranacash Sebagai daerah adat, Provinsi Gorontalo memiliki banyak mitos yang diyakini turun temurun. Ada yang meyakininya, ada juga yang memandangnya sebagai takhayul. Salah satu mitos itu adalah larangan keluar rumah saat menjelang sore hari atau kondisi langit sedang memerah.

Seorang yang meyakini mitos itu adalah Saurin Otane (70), warga Kelurahan Limba U, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Saurin mengatakan, di masa kecil ia selalu diarang orang tuanya untuk keluar rumah saat sore hari atau langit sedang memerah.
Meski banyak yang menganggapnya takhayul, Saurin tetap merasa cemas keluar rumah saat sore hari menjelang magrib.
Saurin mengaku meski langit memerah adalah kondisi alam, namun sebagian orang yang ada di pelosok desa masih memercayai cerita mistis tersebut. Ia meyakini cerita itu bisa dibuktikan dengan ditandai kawanan ayam jantan yang tidak henti-hentinya saling menyahut di waktu tersebut.
“Ayam itu kata orang, matanya bisa melihat makhluk gaib. Kalau banyak jin, mereka akan menyahut,” tuturnya. “Tapi saat ini sebagian orang sudah tidak lagi percaya. Bahkan saat matahari berwarna merah hanya menjadi buruan para pencinta foto,” tambahnya.
judi slot Memandang hal itu, Runil Hipi (43), salah satu imam wilayah Kota Gorontalo mengatakan, dalam agama Islam ada yang dinamakan ilmu alam. Alam menurutnya memiliki tingkatan tersendiri. Yaitu alam pertama alam dunia, kedua alam jin, ketiga alam barzakh, keempat alam malakut, kelima alam karamah, keenam alam anbia dan keenam alam jabarut.
Tambahnya, langit berwarna merah itu diyakini para jin dan setan turun ke bumi. Jadi di Islam disarankankan keluar rumah pada waktu subuh atau sebelum ayam berkokok.
“Makanya ada peribahasa, cepat bangun sebelum rezeki dipatok ayam,” ujarnya,
Meski begitu, sudah banyak orang-orang yang tak tau hal itu karena perkembangan zaman. Ada juga yang tak lagi percaya.
“Kita hanya perlu meyakini sesuai ajaran agama kita masing-masing. Sesuai tuntunan Syariat Islam,” pungkasnya.

Facebook Comments
Share Button