Cerita Mistis Diculik Kolong WEWE

Cerita Mistis Intinya, ya, penderitaan itu berjudul diculik di bawah wewenangnya. Kronologis dulu, ketika saya masih belia usia sekitar 2-3 tahun. Akulah anak tunggal wayang, satu-satunya anak tidak memiliki saudara laki-laki dan saudara perempuan. Saya dibawa bersama orang tua saya ke sawah setelah matahari terbit. Itu adalah musim panen dan orang tua saya kebetulan menanam jagung.

Saya ditinggalkan di tengah ladang jagung karena orang tua saya sedang membersihkan gulma jagung (rumput dll), tapi tidak jauh dan tidak luput dari pengawasan orang tua saya. Tiba-tiba mataku tiba-tiba menghilang dari mata orangtuaku. Orang tua saya bingung mencari saya dari sudut sudut, dari pangkal sampai ujung lapangan saya tidak ditemukan / dilihat oleh orang tua saya. Cerita Mistis

Dan jelas aku melihat mereka mondar-mandir. Tapi aku diam saja. Saya asyik bermain menggiling-menggiling (semacam pabrik jika alasan saya), jadi tiba-tiba ada setengah tempurung kelapa dengan lubang. Di masukan tanah / pasir terus air mancur deh. Alasan saya adalah penggilingan itu. * Hehe ya nama anak laki-laki.

Kembali ke cerita. Ayah dan ibu saya masih bingung mencari saya. Segera ada 2 pemuda yang kembali dari ngarit (mencari rumput) membawa karung dan sabit dan mereka melihat saya duduk di taman bermain di sawah. Mereka mendatangiku dan menjemputku. Dan aku menangis. Kedua anak laki-laki itu menemukan saya menggantungkan rumput dan tempurung kelapa tadi.

Bergegas orang tua saya membawa saya pulang. Penduduk desa di seluruh desa berbondong-bondong ke ladang setelah mendengar cerita kedua pemuda yang kembali ke rumah. Orang tua mengatakan bahwa saya diculik di bawah wewenangnya. Bila saya tidak terlihat, sayangnya ditutup dengan wewenang. Tapi kenapa aneh saya tidak melihat form dibawah wew ya ya? * Hmm.

Dan dia mengatakan lagi jika sampai jam 9 pagi saya tidak bertemu, dia bilang saya akan dibawa selamanya untuk sifatnya. Untungnya saya ditemukan sekitar jam 8 pagi. Percaya tidak percaya ya. Saya jadi malu gede masih ada orang yang “iki zinc bikah anak laki-laki ilang neng kae yo lapangan” (anak ini yang tersesat di lapangan ya). Jika pembaca tetap tidak percaya bisa meminta orang yang sama dengan desaku. Semua orang tahu ceritaku. Itu dia.

Facebook Comments
Share Button