CROWN-NEW-527x65 SARANA-728x90 simpatiqq mwtoto asuspoker ASIK77

Cerita Mistis Genderuwo Di Sekolah Ku Yang Menyeramkan

Cerita Mistis Ini adalah cerita tentang genderuwo sekolah saya, tapi ada sedikit tambahan. Sore itu teman saya dan saya pulang dari sekolah, dalam perjalanan kami merencanakan untuk berkendaraan bersama. Meski itu adalah matahari yang sangat panas hari itu tapi kami tetap semangat untuk bersepeda. Ketika sampai di rumah, saya langsung makan (kalau tidak berpuasa) dan kemudian saya ganti baju dan mengucapkan selamat tinggal pada mama untuk bermain.

Saya juga membawa sepedaku, saya langsung menuju gang. Ada empat temanku, Dila, Aya, Hana, dan Bilqis. Rupanya mereka menungguku, kami langsung bersepeda ke sebuah desa yaitu desa Sutodirjan, ada jalan sepi sehingga kita bisa sepuasnya menyepedaan. Setelah bosan di sana kami pindah ke tempat lain karena Dinda kebetulan mengajak kami naik sekolah, katanya jika sekolah sore sepi dan sejuk (saya sekolah banyak pohon). Cerita Mistis

Dari Sutodirjan kami langsung bersekolah, ternyata benar Dinda bilang disana sangat sepi dan sejuk. Meskipun dia bukan sekolah dengan kami (saya, dhila, aya, hana, bilqis) tapi dia sering bersepeda di sana pada malam hari katanya. Kami bersepeda terlalu banyak, sangat menggairahkan karena halaman sekolah saya luas. Tiba-tiba saya melihat seseorang di luar kelas 4A (di lantai 2 pojok) saya pikir dia pakbon, lalu saya bertanya kepadanya apa yang dia lihat orang itu? Lalu dia bilang dia tidak melihat siapa-siapa.

Saya mengabaikan pria itu, dan segera dia mengatakan kepada saya bahwa dia melihat orang-orang di depan kelas 4A (yang pernah saya lihat). Kami segera menantikan kelas 4A dan saat itu kami langsung terkejut. “Bukan seseorang, dia hitam dan berbulu” bisik hana, “iya, sepertinya dia sudah melihat kita” tambahku. Kami segera berlari meninggalkan sepeda motor kami di sekolah, apapun yang kami pikirkan tapi kalau mengendarai sepeda bahkan bisa jatuh.

Dalam perjalanan kita bertemu seorang ayah dan menceritakan apa yang terjadi, ternyata sang ayah berkata, makhluk yang kita lihat tadi adalah genderuwo. Karena takut kami meminta bantuan bapak menemani kami kembali ke sekolah untuk naik sepeda. Sejak saat itu saya tidak berani kembali ke sekolah.

 

Facebook Comments
Share Button