Cerita Mistis Hantu Di Depan Cermin Menatap Ku Dengan Tajam

Cerita Mistis Hantu Di Depan Cermin Menatap Ku Dengan Tajam. Begini ceritanya, saat itu ibuku berumur 8 tahun. Setiap malam ibuku, bibi, dan Uwak selalu belajar di meja makan yang rumit. Tidak yakin, jam lama telah berdering yang menandai waktu tepat pukul 10 malam. Ibu dan bibi saya menyelesaikan pelajarannya untuk segera tidur, sementara uwak saya selalu tidak beranjak dari tempat duduknya untuk segera tidur.

Cerita Mistis Hantu Di Depan Cermin Menatap Ku Dengan Tajam. “Aa (ibu memanggil uwak saya), neng ngantuk! Mari kita tidur” mengundang ibu ke uwakku.
“Iya udah ngeng tidur dulu, aa masih harus belajar karena besok ada pengulangan” kata uwakku.

Cerita Mistis Hantu Di Depan Cermin Menatap Ku Dengan Tajam. Kemudian ibu dan bibi saya pergi ke kamar mandi untuk menyikat gigi, mencuci tangan dan kaki mereka dan pergi ke kamar tidur. Setelah semuanya siap, ibu dan bibi saya berbagi selimut karena suhu sangat dingin. Setelah berbagi selimut, keduanya sedang tidur. Namun belum lama ini, ibuku terbangun lagi karena seseorang sedang duduk di tepi tempat tidur.

Untuk informasi di kamar ibuku ini, di ujung tempat tidur ada lemari pakaian yang di bagian luar pintu ada cermin dan jarak antara ujung tempat tidur yang menyisakan celah sekitar setengah meter. Celah berfungsi untuk duduk di tempat tidur sambil memantulkan di lemari. Ibuku mencoba membuka matanya perlahan, dan dia benar! Seseorang duduk di tempat tidur dengan cermin dan perawatan. “Siapa itu ?! Dari mana dia berasal?!” Tanya ibuku.

Merasa bahwa seseorang sedang menonton, sosok itu kemudian melihat ibunya! Ibuku kaget setengah mati! Dengan mata melotot menatap ibu dan riasan yang belum selesai, sosok itu berdiri. Ibuku yang ketakutan menarik selimut menutupi wajahnya dan mengintip melalui celah-celah selimut yang mengawasi di mana sosok itu bergerak. Rupanya, sosok alien melayang dan menembus dinding kamar ibuku!.

Sementara itu, uwakku masih tetap belajar dan tidak bergeming dari tempat duduknya di meja makan itu di temani secangkir teh manis dan lampu temaram. Tak berselang lama, uwakku merasa pegal. Kemudian beliau mencoba merenggangkan otot-otot yang kaku karena belajar. Sambil merenggangkan otot-otot, uwak melihat seseorang sedang duduk di kursi sambil menyisir rambutnya.

Karena ingin belajar lagi, uwak kembali berkosentrasi pada pelajaran yang akan di ulangkan esok hari. Tiba-tiba uwak memutuskan berhenti belajarnya, pikirannya kemudian bertanya. Siapa sosok tadi? Apakah ambu (ibu dari uwak, ibu dan bibiku)? Tapi buat apa ambu sisiran malam-malam?

Kemudian uwak coba memberanikan diri melihat lagi sosok itu, dan ternyata sosok itu telah hilang! Alangkah terkejutnya uwak dan di lemparkannya buku yang beliau pegang, sambil berteriak “ada hantu”. Teriakan itu sontak membuat abah, ambu, ibu dan bibiku terjaga dari tidurnya dan mendekati meja makan tempat uwak belajar.

“Ada apa nak?” tanya abah.
“Itu bah, tadi ada hantu disitu (sambil menunjuk kursi yang di duduki hantu tersebut)” jawab uwak.
“Sudah-sudah, mana ada hantu disini? Sudah sekarang semua tidur. Besok kan sekolah” kata abah.

Setelah di tenangkan abah, uwak memilih untuk tidak melanjutkan belajarnya dan bergegas tidur, begitupun dengan ibu dan bibiku yang kembali ke kamarnya dan tidur tanpa cerita ke siapa-siapa tentang hantu yang bercermin di kamarnya.

Facebook Comments
Share Button