CROWN-NEW-527x65 kartuking SARANA-728x90 simpatiqq mwtoto asuspoker

Cerita Mistis Hantu Nenek Yang Ingin Membalas Dendam

Cerita Mistis Hai! Baca lagi ceritaku ya. Sebenarnya ini bukan pengalaman saya, tapi inilah pengalaman istri saya. Jadi, nenekku (nenek papa) sedang sakit parah. Nenek saya sedikit tidak mampu merawat dirinya sendiri. Sebenarnya nenekku punya rumah sendiri, tapi karena tidak ada yang mengurusnya, maka nenekku berniat untuk tinggal di rumah anaknya (saudara perempuanku yang sudah menikah) yang memiliki dua anak.

Nenekku telah menyuruh istriku untuk merawatnya, tapi istri (namanya Dini) ibuku bahkan mengunci nenekku sendirian di ruang kosong dan Dini malah pergi berbelanja ke mal. Itu hampir setiap hari. Ketika nenekku dikurung sendirian, dia selalu memanggil namaku (nama wa Ana, dia saudaraku om). Nenekku memanggil Ana sambil menangis karena dikurung. Nenek saya tidak begitu nyaman tinggal di rumah bu Dini dan Om. Sampai akhirnya nenekku tinggal di rumahku. Cerita Mistis

Nenek saya merasa betah karena keluarga saya penuh perhatian. Sampai suatu malam, nenek saya dibawa ke rumah sakit (karena penyakitnya) oleh ayah saya. Suatu pagi, hari Minggu, saya terbangun mendengar mama saya berbicara sambil menangis. Saya pergi ke mama saya dan bertanya apa yang terjadi? Ternyata nenekku meninggal di rumah sakit.

Mama dan aku pergi menemui nenek dari angkot perjalanan rumah sakit. Ketika tiba, memang benar, nenekku meninggal. Singkat cerita, setelah pulang dari pemakaman nenekku. Tangisanku meledak di rumahku. Begitu juga dengan keluarga saya. Suatu hari, Ana datang ke rumahku untuk mengantarkan sepucuk surat dari nenekku ke mamaku. Aku dan mama membacanya bersama. Inilah suratnya.

“Terima kasih banyak karena telah merawat nenekmu sampai akhir hayat Nenek sangat bersyukur untuk keluarga ini, semua perhatianmu adalah nenek yang sama, Nenek memiliki dendam yang sama Dini, Nenek belum tenang lagi. Anda untuk ngurusin dan benar-benar kenenek perhatian. Terimakasih. ”

Saya sedikit terkejut jika nenek memiliki dendam terhadap bibi Dini. 2 hari kemudian, Bibi mampir ke rumahku dan berbicara dengan mamaku.

Mama: apa itu tan?
Bibi Dini: Dalam teh, ini, saya sering melihat hantu nenek.
Mama: apa? Hmm, mungkin nenek punya dendam. Karena nenek membuat surat untuk saya, dia membenci bibi Dini karena suka dikurung.

Bibi Dini: iya, saya minta maaf untuk mengurung nenek saya.
Mama: ya sudah, sekarang bibi minta maaf untuk nenek. Kalau mau teteh antar kuburan nenek.
Bibi Dini: oh bisa? Ya itu sekarang. Tidak tahan melihat hantu. Maaf mengganggu teh anda.
Mama: ya tidak apa-apa
Aku: aku datang

Singkat cerita, kapan sampai nenek dikuburkan, bibi Dini meminta maaf kepada sang nenek.

Bibi Dini: Nenek, maafkan aku Dini pertama kali ya! Dini sudah mengurung sang nenek. Dini juga belum memiliki perhatian yang sama dengan neneknya. Maaf, Dini nek.
Nenek: (datang dengan asap) nenek Din.
Bibi Dini: terima kasih

Seterusnya, tante Dini sudah tidak pernah dihantui lagi. Mungkin arwah nenekku sudah tenang berada dialam sana.

Facebook Comments
Share Button