CROWN-NEW-527x65 kartuking SARANA-728x90 simpatiqq

Cerita Mistis Ketika Istriku Hamil Tua

Cerita Mistis Kembali di Tips cantik, wanita, harapan ya hehehehe menulis tidak bosan. Selamat juga akhir pekan (Minggu ya pas menulisnya). Cerita saat ini didedikasikan untuk semua nenek moyangmu dan calon ayah di Kepulauan * bahasa beut *.

Cerita ini waktu yang Diperoleh dari Tips cantik, wanita sendiri sepupu, menyebutnya Sam. Sekarang usia sudah menginjak kepala 3 (tua-tua tidak benar-benar lah) dan kejadian ini terjadi ketika bang istri nya Sam, menghubungi call Nn. Ayu sedang hamil anak pertamanya.

“Jika kepala 3 sudah sepupu Tips cantik, wanita, Tips cantik, wanita sendiri umur bagaimana?” Pembaca bertanya.

“Ya mah Tips cantik, wanita muda, tampan dan selalu tampak Unyu-Unyu * pasang wajah manis mungkin *” Tips cantik, wanita menjawab.

Ekspresi pembaca: * muntah darah *

Laki-laki lain menulis memotong ah ya kali ini, tetap orang juga tidak pernah berkomentar (sakit). Jika penulis lain? Masih sibuk dan masih cukup sulit mungkin meluangkan waktu. Atau mungkin mereka memiliki tidak dapet mistik inspirasi untuk menulis cerita lagi. Hahahahaha. Oke Mari Tips cantik, wanita penulis yang telah mengilhami dongeng ini tak terbatas. Cerita Mistis

* Swaloow sandal Ditimpuk *

* Maaf tidak ada link *

Cukup basa-basi, menyiapkan kopi dan jangan lupa untuk makan makanan yang bergizi, karena cukup bahagia membutuhkan banyak energi.

oOo

Pertengahan tahun 2010 saya dan istri saya menyewa sebuah asrama di daerah Setiabudhi. Ini yang saya lakukan karena istri saya adalah 7 bulan hamil. Dia ingin kembali dan menetap di Subang, tapi tampak lemah ibu sudah mulai mengurus ini, itu kehilangan pikiran saya.

Sejujurnya aku tidak berasal dari Bandung, aku datang dari Subang dan menetap di Bandung sejak 2009 untuk alasan pekerjaan, setelah pernikahan juga, terutama saat istri saya sedang hamil, memerlukan perhatian ekstra dari saya, suaminya.

“Mas, jika Anda silakan kembali bawain salad Mangga ya.” Pinta istri saya ketika saya baru saja akan pergi untuk bekerja.┬áCerita Mistis

“Ya sayang, apalagi ingin bertanya?” Saya bertanya.

“Biarkan itu menulis, tapi itu mungkin Mangga muda.” Lanjutnya.

“Eh…? Yaudah ntar mencoba untuk menemukan tukang salad mas ya? “Saya menjawab.

“Usahain dong mas.” Istri saya bahkan posting wajah lucu. Duuuh semakin tidak memiliki jantung jika tidak kesampean.

“Ya Ya Ya, mas usahain.” Saya mengucapkan selamat tinggal kepada-Nya pada waktu yang sama.

Sepanjang jalan, saya mencoba untuk mencari tukang salad sementara untuk bekerja, sehingga akan kembali saya sendiri melakukan tidak kewalahan. Ya seperti gambar ini mengenai seorang suami yang mencari buah Mangga muda untuk istrinya yang sedang hamil.

Saya tidak ingin memberitahu bagaimana kehidupan di kantor, dalam umum, meninggalkan awal untuk pulang ke rumah pada sore hari. Beberapa tenggat waktu, laporan, dan sebagainya.

Hari ini saya datang di sekitar matahari terbenam, pergi langsung ke asrama mana istrinya menunggu. Berapa kali dia mencoba menelepon saya dari sebelumnya, mungkin tidak ingin terus Mangga muda.

“Madu, aku pulang.” Aku berkata, membuka pintu asrama.

Aku sedang hangat disambut oleh istri saya, dan segera menyerahkan urutan pagi ini.

“Mas, sekarang malam Jumat, dapat Anda tolong gak gak tidur?” Istri saya meminta untuk tak lama setelah ia membuka rujaknya.

“Kenapa? Anda takut-napa mengapa? “Selidikku kemudian.

“Ya, menakutkan karena, terutama kamar ini benar-benar cocok di depan makam.” Jelas saya.

Aku berhenti, mengangguk dan menyetujui permintaan. Karena mungkin lebih kuat naluri seorang ibu dari seorang ayah kepada keselamatannya.

Malam berlalu.

Sesuai dengan janji saya, saya mencoba untuk tetep terjaga meskipun sangat mengantuk mata karena kelelahan bekerja sepanjang hari. Selain itu, hari berikutnya saya akan tetap dari bekerja.

Ketika ia mencoba untuk menjaga mata saya buka, saya mendengar suara dari sapu di depan rumah penginapan. Sebagai ilustrasi, Kamar terletak di lantai 2 langsung Mengahadap kuburan orang lokal, untuk masa depan dibawahku kamar terhambat oleh dinding agar tidak secara langsung melihat arah itu.

Suara sapu itu begitu jelas.

‘ Srek… srek… srek…’

Seperti dia adalah seseorang yang sedang melanda halaman. Apakah mungkin? Meskipun menunjukkan jam 23:15 pkl, hampir tengah malam. Aku mencoba untuk mengabaikannya dan terus menjaga istri saya dan bayi. Beberapa membaca ayat-ayat Suci ku, mengisi Ruangan ini dengan lantunannya. Setidaknya itu sedikit berkurang ketakutan saya.

23:30 suara seperti memukul dinding di bagian bawah, dinding blok kamar yang tepat dibawahku. Antara ketakutan dan tanggung-jawab saya sebagai seorang suami dan ayah yang mengamuk. Aku sekali lagi mencoba untuk mengabaikannya.

Sayangnya, saya sempat tertidur sekitar 23:40 pkl parah mata dan kelelahan yang menimpa. Dari sini teror nyata dimulai.

Saya terbangun lagi oleh kesadaran yang tidak sepenuhnya pulih, kembali dalam berusaha memenuhi janji sebagai seorang suami dan ayah calon. Di luar saya mendengar ketukan keras pada jendela oleh sesuatu. Aku tidak bisa melihat karena lampu luar mati mendadak dan lagipun pasangi Tirai jendela saya. Tiba-tiba pintu terbuka sendiri ketika itu jelas kosan sebelum saya terkunci.

Nenek gambar dengan rambut putih dan abu-abu kebaya lusuh dilihat merangkak perlahan-lahan ke arahku. Wajah keriput, bola mata tanpa rambut hitam dan kusut yang membuat saya terpaku. Aku mengumpulkan semua kekuatan untuk menyingkirkan sia-sia. Pada waktu itu, aku hanya berpikir untuk mampu mengantarkan makhluk dan jauh dari istri dan anak-anak.

Tiba-tiba wanita tua merangkak dengan cepat, dan berhenti tepat di depan istri saya adalah tidur dan kemudian membelai perut istri saya dengan kuku yang kotor. Aku bisa melihat bagimana halus kerutan di tangannya, wajah tersenyum untuk menunjukkan gigi kuning jorok, membuat saya bertekad untuk mengusir dia.

Ketika saya harus mulai bergerak kembali dengan melarikan diri tidak membaca ayat-ayat Suci, wanita tua itu mulai masuk ke dalam perut istri saya, seperti mendapatkan di dalam air dengan kepala pertama. Aku melompat, berusaha untuk menarik rambut.

“Apa yang Anda lakukan? Papan dasar setan! Pergi atau aku menghancurkan Anda! “Terancam sebagai ia melanjutkan menarik rambutnya dan masih membaca ayat-ayat Suci.

Nenek bahkan melawan, jadi aku harus melemparkan mereka tepat ke pintu, rasanya seperti membanting karung dari batu, berat. Meskipun aku bisa melihatnya adalah seperti sosok yang ringkih.

Sosok wanita tua merangkak kembali dengan cepat dan langsung kembali ke dalam perut istri saya seperti itu.

Aku menarik rambut kembali, tanpa mengatakan apa pun-membiarkan sendirian, aku terus membaca Alkitab untuk menghancurkan makhluk. Saya mendengar bahwa throaty gemuruh dan mata terus menatapku, ada rasa takut, tetapi mengingat kepalaku sabagai peran keluarga, aku memberanikan diri.

Setelah sementara aku mendengar panggilan untuk shalat Fajar meraung dari Masjid tidak jauh dari tempat tinggal saya.

“Mas, bangun, sudah fajar.” Istri saya membangunkan saya.

Sementara tangan masih terkepal, seperti memegang sesuatu tepat di atas perut istri saya. Rasanya seperti mimpi, tapi perasaan sakit tangan, pergelangan tangan dan sendi bahu seperti habis membuang sesuatu yang begitu nyata merasa. Keringat dingin yang membanjiri tubuh saya serta asrama pintu terbuka lagi aku tidak bisa menjelaskan, apa yang terjadi adalah mimpi atau memang kenyataan.

Tidak lama, saya memutuskan untuk kembali ke Subang, mempercayakan istri saya pada ibu dan mencoba untuk bertanya padanya tidak terlalu banyak kesulitan baginya. Dengan janji, aku akan kembali setiap 3 hari terutama pada Jumat malam.

Facebook Comments
Share Button
crownsbo303.com- Selamat Datang Di crownsbo303.net Situs Online Agen Judi Bola Terpercaya
Agen Bola Tepercaya Situs Judi Online Casino Online Daftar SBOBET Daftar Judi Online Agen Judi Online Agen Bola Tepercaya Main Casino Online Uang Asli Crown303 daftar poker online