Cerita Mistis Kisah Pusaka Berpenunggu

Cerita Mistis Ini cerita yang dialami oleh ibu saya. Pada waktu itu, saya sendiri bahkan tidak dilahirkan, karena hal itu terjadi pada saat ibu baru berusia kurang dari 19 tahun.

Pertama tahun perkawinan, ayah dan ibu saya yang kedua 19 tahun, tinggal di Jawa Tengah, yang tepat di desa Planjan, kota Purbalingga. Mereka masih hidup dengan orangtua saya dari ayah saya dan ayah saya sering tinggal dengan kakek-nenek yang tinggal di desa Pelumutan (Sumanto pemakan bangkai juga datang dari sana). Cerita Mistis

Kembali ke kisah ibuku. Pada waktu itu ibu pertama tinggal di rumah ayahku kakek. Dalam satu ruangan rumah ayahku kakek ditampilkan banyak keris pusaka di dinding dan bahkan Kabinet juga diisi belati dengan berbagai bentuk dan ukuran. Cerita Mistis

Pada waktu itu ibu adalah masih bodoh tentang hal-hal pusaka, dia kagum akan keris yang dimiliki Bapa kakek. Suatu malam, ketika ibuku untuk pergi melihat kakek Bapa untuk memberikan semacam tempat di kolam air dengan berbagai macam bunga 7. Tapi apa ibu kagum adalah keris yang menempel di dinding lonjakan tiba-tiba melompat sendiri dan masuk ke dalam air yang disediakan oleh kakek ayah, yang terbiasa untuk merawat benda-benda warisan mereka. Cerita Mistis

Ibu saya yang telah diperintahkan oleh Datuk kepada bapanya memasuki ruangan supaya ia membiarkan saja bermain-main dengan belati yang ada di dalam. Suatu hari, karena penasaran apa di seperti keris, Mom mengambil satu keris di dinding ruangan. Setelah diperoleh, keris dihapus dari serangkanya dan diamati sejenak. Keris dan masukan dan disimpan kembali ke tempat miliknya. Bukan hal yang aneh terjadi hari itu.

Tetapi ketika sore hari, ketika Ibu masih tentang bersiap-siap untuk tidur, tiba-tiba sosok seorang wanita ke dalam kamar. Bahkan ketika wanita memasuki ruangan juga, suara pintu jelas terdengar. Ibu-ibu yang sudah tempat tidur terkejut, tapi hanya bisa melihat tanpa bisa menangis dan menggerakkan tubuh.

Sebelum lampu tempel yang menerangi kamar kamar terpesona oleh seorang wanita misterius, Ibu masih bisa melihat wajah dan penampilan keseluruhan perempuan. Ia mengenakan kebaya dan cukup seperti beraparas putri Jawa Lapangan periode pertama.

Setelah mematikan lampu, wanita melangkah ke ibu, dan segera mencekiknya. Ibu itu tidak mampu melakukan apa-apa, karena tidak mampu berteriak. Untungnya ada pintu terbuka dan menyalak keras kakek Bapa dalam bahasa Jawa. Detak jantung wanita menghilang.

Setelah kakek meminta ayah saya, ibu akhirnya mengakui bahwa awal pembukaan selubung belati. Kakek ayah langsung menjelaskan bahwa keris adalah wanita penampungan. Jelas dia adalah marah karena ibu melecehkan residence apapun. Begitulah ibu berada dalam bahaya hanya karena menyentuh pusaka.

 

Facebook Comments
Share Button