Cerita Mistis Kuntilanak Di Rumah Eyang

Cerita Mistis Hai teman Cerita Mistis hari ini saya posting pengalaman teman saya Karin, saat pulang neneknya. Segera menderita (saya sampaikan dari sudut pandang Karin). Halo namaku Karin Sayidatunnisa, panggil saja aku Karin. Saya sangat senang, hari ini saya akan pulang ke rumah mata saya yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang mengikuti adalah saudara laki-laki saya, nenek saya dan keluarga karawang, tidak banyak pula.

Saya kemudian dengan cepat menyiapkan pakaian saya yang akan saya bawa ke Tasik. Saya akan menginap di Tasik 3 hari, jadi saya bawa baju saya sedikit lagi. Setelah semuanya selesai, keluargaku masuk ke mobil. Setelah semua sudah siap dan masuk mobil, kami langsung menuju Tasik. Saya duduk di kursi tengah antara nenek saya dan saudara laki-laki saya yang adalah seorang hakim. Cerita Mistis

Saya dan hakim tertidur di jalan. Dan bangun tidur sudah sampai di rumah. Jujur ya, rumah mataku itu besar dan menyeramkan. Kalau malam, hehe. Saya dan hakim turun dari mobil sambil membawa tas kami berisi pakaian kami. Saya dan hakim pergi ke rumah kakek-nenek. Cerita Mistis

“Saudari, kenapa tidak ada orang?” Hakim mengatakan.
“Yeah yeah, kemana kamu pergi? Cari yuk”.

Lalu kami mencari kakek dan nenek kami. * Sret. Suara pintu terbuka perlahan. Asal suaranya dari gudang. Saya dan hakim sangat takut.

“Siapa yang ada di dalam?” Dia bertanya sambil memegang tanganku ketakutan.

Aku menggelengkan kepala. Dar! Ya Allah adalah kakek. Harus membuat kejutan.

“Assalamualaikum, yang mengejutkan saya” saya dan hakim meyalami tangan kakek-nenek.
“Tapi hati-hati kalau malamnya biasa suka kuntilanak lho” kata kakek-nenek.
“Argh” teriakku dan hakim.

Kami segera kehabisan rasa takut. Hihi. Nenek tertawa cekikikan. Malam itu saya menonton televisi bersama ayah, ibu, kaysa (saudara perempuan saya), hakim, om, kak rizal (kakak saya) dan kakak iparnya, gilang. Aku berbaring di depan televisi sambil ngemil, lalu melihat sekeliling, ya ampun, di jendela dekat om lagi duduk, ada sesuatu yang putih dibelakangnya, aku abaikan saja, aku memalingkan mataku ke televisi, lalu menengok ke belakang. Putih, dan hilang! Lalu aku tanya om.

“Om ada lewat ya?” Saya bertanya.
“Tidak, pintu belakang terkunci, pintu depan terkunci dan pintu samping juga terkunci”

Facebook Comments
Share Button