Cerita Mistis Kuntilanak Merah Rumah Kosong

Cerita Mistis Hay nama saya Asep S, saya ingin menceritakan pengalaman saya. Saat itu saya sedang nongkrong dengan teman-temanku sampai tengah malam, kebetulan malam itu adalah Kamis malam sekitar pukul 00:30 saya dan teman-teman saya mulai berpisah satu per satu dan saya pulang sendiri. Rumahku dekat dengan rumah kosong dan berhantu. Sebelum memasuki rumah saya tiba-tiba ingin buang air besar, terjadi ke kamar mandi di luar rumah.

Sebelum menuju kamar mandi, aku harus melewati rumah yang kosong itu. Saat saya lewat, samar-samar seseorang memanggil nama saya 3 kali dan saya langsung berhenti untuk memastikan siapa yang memanggil saya, karena suaranya seperti ibu saya. Tapi saya tidak menjawab, lihat saja dari kejauhan, saya bilang juga “ah paling cuman pendengar saja”. Cerita Mistis

Aku pum mulai melanjutkan perjalanan ke kamar mandi, dan selesai buang air besar aku kembali ke rumahku. Saat aku berjalan, ada tawa dari arah rumah kosong. “Hihihi” dengan nada agak nyaring, saya langsung mulai mempercepat jalan saya, lalu saya masuk ke rumah saya sambil diam dikamar. Saya bertanya-tanya, “Apakah itu ibu saya hanya ingin nakut-nakut saya?” Saya pikir, ah tidak mungkin.

Baru pada jam 5:30 pagi dan suara nenekku akan mendidihkan air, aku datang dan bertanya pada nenekku. “Nek sudah kosong di rumah itu ada namaku tapi suaraku terdengar seperti ibu, saat aku pulang dari kamar mandi dia tertawa, tapi tawanya aneh”. Jawab nenekku “ah yang paling cuman kamu dengar doang, ibumu sudah tidur”.

Saya terdiam saat duduk, keesokan harinya saya bertanya kepada ibu, “bu tadi malam ibu saya memanggil saya dari rumah yang kosong?” Dan jawab ibu itu “tidak, bukan ibu yang tidur. Memang jam berapa sekarang kamu bukan siapa?” Lalu saya menjawab “jam 1 siang bu”. Lalu ibuku “kamu terus menjawab tidak?” Dan aku “bukan bu, lihat saja ibu kirain saja”.

Ibuku bilang “ini kuntilanak merah yang paling mengganggu, jadi kamu tidak pulang malam ini, kamu tahu itu rumah berhantu, banyak dedemitnya”. Saya juga hanya mengatakan apa yang ibu saya katakan dan untungnya saya tidak pergi ke kuntilanak merah, jika saya pergi mungkin cerita yang berbeda. Untuk sesaat, mohon maafkan saya jika ada yang salah dengan tulisannya dan nantikan pengalaman ngeri saya selanjutnya, karena masih banyak pengalaman mistis. Wassalamuallaikum wr, wb.

 

Facebook Comments
Share Button