Cerita Mistis Pacar Hantu Bagian Satu

Cerita Mistis Malam ini terlihat seorang pemuda di jembatan sendirian, ia sedang memutar teleponnya membuka akun facebook-nya. Buat status untuk malam ini jadi sepi dan dingin, menunggu temannya yang bilang ingin pergi bersamanya, dan terus menunggunya. Tiba-tiba hujan turun di ponselnya, melonjak menuju pos ronda tak jauh dari jembatan.

Setelah dipos, sudah ada cewek remaja yang duduk. Kulit gadis itu pucat, tatapannya berkaca-kaca karena dia mengalami banyak masalah di pikirannya. Gugun sedang duduk di sebelah gadis itu, “Jerami kau dari mana?” Mintalah pembicaraan terbuka. “Kamu terlihat pucat, adakah masalah? Bukankah kamu gadis desa?” Tanya simpul tapi gadis itu hanya berhenti menatap jalanan yang kosong. Cerita Mistis

Gugun juga terdiam sambil memutar teleponnya untuk menunggu hujan berhenti. Tak lama kemudian air hujan tidak begitu kencang hingga gerimis, gadis itu tetap diam tanpa memberi sepatah kata pun. “Hujan sudah berhenti nih aku pulang dulu ya, perkenalkan nama saya terjatuh” kata frantly menyodorkan tangannya. Tapi gadis itu tidak bergerak sedikit. “Ya saya sudah perpisahan ya, selamat tinggal”.

Gugun meninggalkan gadis yang masih diam, bertanya-tanya dengan gadis itu apakah dia bisu, mungkin ada banyak masalah yang dia (bergumam). Jam juga menunjukkan jumlah 10 malam, teman arun tidak mungkin muncul saat hujan ini. Gugun akhirnya pulang dan mulai tidur, keesokan paginya ia pergi ke sekolah melalui jembatan dan bermalam. Sekarang gadis itu tidak ada di sana, mungkinkah dia pergi? (Murmur murmur). Gugun berjalan santai menuju sekolah, tiba-tiba ada teguran dari belakang.

“Eh kenapa kemarin malam tidak datang amar?” Diminta berasumsi
“Oory sory gun, malam hujan, malas keluar hehe.”
“Saya akan menunggu jembatan tadi malam.”
“Malam ini kita akan mendapatkannya.”

“Eh tadi malam aku bertemu dengan gadis itu, dipos.”
“Girl? Lalu kamu mengundang kenalan?”
“Saya sudah mengundangnya untuk berkenalan, diajak bicara, tapi dia diam dan saya bingung, tubuhnya pucat, matanya kosong, seperti banyak masalah.”

“Wow, bukan?”
“Tidak apa?”
“Jangan pernah coba ganti, hehe.”
“Neraka kau renyah.”

“Hehe, mungkin hantu itu pistol.”
“Tidak mungkin kalau dia hantu, jika hantu itu tidak memakai sepatu, dia memakai sepatu.”
“Kalau dia mengambil sepatu di toko, bagaimana?”

“Di mana hantu membeli sepatu di toko?”
“Ini ah, kita pergi ke kelas masing-masing, sampai jumpa”
“Ok * bro malam ini ya”.

Facebook Comments
Share Button