Cerita Mistis Pemakaman Angker di Yogyakarta

Cerita Mistis Pemakaman Angker di Yogyakarta – Cerita Mistis selalu selalu bikin merinding. Namun, pertanyaannya, kenapa tubuh kita merinding saat membaca atau melihat sesuatu yang mistis?

Eits,tunggu dulu. Sebelum masuk ke penjelasan, ada baiknya simak dulu Cerita Mistis tentang pemakaman angker di utara kota Yogyakarta ini:

“Waktu tahun 1990-an. Ketika saya pulang dari rumah tante saya jam 23.00 kakak datang menjemput dengan sepeda motor. Kami segera pamit. Sebelum saya pergi, tante sudah berpesan supaya membaca surat Alfatihah dan ayat kursi. Dengan sedikit merinding karena udara malam yang lumayan dingin dan suasana kompleks yang sudah sepi, kami pulang. Bismillah…saya dan kakak berusaha santai dengan mengobrol.

Saya mencoba mengabaikan perasaan yang kurang enak yang sedari tadi saya rasakan. Saya belum sadar kalau jalan yang kami lewati sangat sepi dan gelap sampai akhirnya saya lihat di sekitar saya banyak gundukan tanah dan balok kayu atau semacam semen di atasnya. Astaghfirullah…Saya langsung menepuk pundak kakak saya sambil berbisik…”Ini salah jalan. Kita masuk kuburuan. Astagfirullah. Muter balik, Mas”

Anehnya, kakak saya juga tidak sadar kalau kami sedari tadi masuk kuburan. Pas saya tepuk, dia seperti kaget sekali. Kami heran sekaligus ngeri bisa masuk kuburan. Padahal, kalau dari rumah tante ke arah ring road jalannya tinggal lurus saja. Saat itu jugalah terdengar suara perempuan menjerit dengan nada melengking dan panjang. Ya Allah, suara apa itu, dalam hati saya.

Karena kaget dan panik, kami cuma bisa berdoa tanpa berhenti doa. Saya membaca dengan suara keras, sementara kakak mencari jalan keluar. Tapi berulang kali kami dibelokkan ke dalam kuburan itu. Seingat saya, kami diputar sampai tiga kali dan suara tawa perempuan itu kian lama kian berubah menjadi suara tangisan. Hingga akhirnya kami bisa keluar dari sana.

Saat melihat lampu penerang jalan ring road, kakak langsung tancap gas. Alhamdulillah, kami bisa lepas. Sepanjang jalan pulang, saya tidak berhenti merapal doa, khawatir masih diikuti suara tanpa sosok tersebut. Beberapa hari kemudian saya cerita ke tante dan beliau mengatakan kuburan itu memang terkenal angker. Banyak orang kecelakaan saat lewat ring road karena lihat penampakan menyebrang jalan menuju arah kuburan. Alhamdulillah, saya dan kakak selamat meski sempat dibelokkan ke kuburan.”

Bagaimana? Sudah merinding? Kalau iya, wajar. Menurut ilmuwan, itu manusiawi. Merinding sudah diturunkan sejak nenek moyang kita.

“Hewan pun juga mengalami fenomena merinding,” kata George Bubenik, ahli fisiologi dari University of Guelph di Ontario, Kanada, seperti dilansir laman Scientific American.

Menurut dia, tanda merinding ialah terangkatnya bulu-bulu halus di sekujur tubuh. Ini terjadi oleh kontraksi otot yang terbung dengan rambut atau bulu tubuh. Kontraksi ini membuat semacam cekungan di permukaan kulit.

Bagi hewan, fenomena merinding yang dalam dunia sains disebut curis anserina ini berfungsi sebagai penghangat tubuh. Pada manusia yang miskin bulu, fungsi merinding tidak begitu signifikan.

Bubenik menjelaskan, merinding sebetulnya terjadi karena reaksi hormonal tubuh. Ketika tubuh mengalami serangan takut atau menerima hawa dingin, otak akan membacanya sebagai stress.

Otak, kata Bubenik, kemudian mengeluarkan hormon adrenalin. “Hormon inilah yang memacu kontraksi otot di kulit,” kata dia.

Meski begitu, hormon adrenalin tidak melulu menyebabkan merinding. Bisa saja dampaknya berupa tekanan darah meningkat, keringat keluar dari sekujur tubuh, atau tubuh gemetar.

Cerita Mistis Pemakaman Angker di Yogyakarta

Facebook Comments
Share Button