Cerita Mistis Perempuan Muda Minta Diantar Pulang

BEGINILAH nasib orang kuper, kurang pergaulan. Sarkuni (bukan nama sebenarnya), pemuda yang sudah berusia 29 tahun ini masih juga jomblo alias belum punya pacar. Bagi Sarkuni, menjalin hubungan dengan seorang wanita tak ubahnya seperti meraih bintang di langit.

Tapi sore itu saat hujan gerimis, Sarkuni serasa mendapat durian runtuh atau ketiban ndaru. Keluar dari kios cukur rambut, Sarkuni tiba-tiba dihampiri sosok perempuan muda. Memang tidak cantik sekali, namun hal itu sudah menjadikan pemuda jomblo itu hatinya berbunga- bunga.

“Kalau nggak keberatan, mbok tolong Mas, saya diantar pulang ke desa Jabung. Bus angkudes terakhir yang lewat depan rumah saya sudah berangkat,” kata perempuan tersebut, yang tampak sangat mengharap pertolongan Sarkuni.

“Boleh,” jawab Sarkuni serta merta dengan perasaan amat riang.
Sarkuni pun segera mengeslah motornya. Perempuan berkaos ketat warna merah dipadu celana leging warna hitam tersebut juga langsung nyengklak di belakang Sarkuni.

“Desa Jabung sama bekas pabrik gula itu sebelah mananya, Mbak?” tanya Sarkuni.

“Masih sekitar satu kilometer lagi ke utara,” jawab si perempuan.
Ketika hampir sampai bangunan lawas bekas pabrik gula peninggalan Belanda, perempuan tadi mencolek pinggang Sarkuni. “Tuh ada pom bensin. Saya mau buang air kecil dulu ke toilet, Mas.”

Sarkuni membelokkan sepedamotornya ke kiri. Masuk plataran SPBU. Pemuda jomblo itu menunggu agak jauh dari toilet SPBU, duduk di sadel motornya. Menit demi menit berlalu. Ditunggu sampai pantatnya terasa panas, perempuan yang minta diantar pulang ke Jabung itu belum juga kelar dari berhajat kecil.

“Yah, mungkin tidak hanya buang air kecil, namun juga BAB atau malah ada masalah dengan perutnya,” batin Sarkuni yang sudah mulai gelisah.
Ketika melihat arloji tangannya, sudah jam sembila. Berarti, tidak terasa dia telah menunggu tiga jam lebih. Sarkuni lalu mendatangi petugas yang jaga toilet untuk bertanya.

“Lho, sejak tadi tidak ada perempuan berkaos merah bercelana hitam masuk toilet, Mas,” begitu kata petugas jaga toilet.

Sarkuni langsung merinding, rupanya ia baru saja memboncengkan makhluk halus.

Facebook Comments
Share Button