Cerita Mistis Pertama Kali Dapat Melihat Sesuatu Yang Menyeramkan

Cerita Mistis Pertama Kali Dapat Melihat Sesuatu Yang Menyeramkan

Cerita Mistis Pertama Kali Dapat Melihat Sesuatu Yang Menyeramkan. Saya lahir dan dibesarkan di kota Rain. Pada waktu itu bertepatan dengan hari munggahan (sehari sebelum bulan Ramadhan) seperti biasa di daerah saya / desa saya menyebutnya desa D, pasti ramai ketika akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. dimulai dengan petasan yang mengindikasikan kedatangan Ramadhan.

Cerita Mistis Pertama Kali Dapat Melihat Sesuatu Yang Menyeramkan. Pada saat itu waktu Tahrim, biasanya di desa saya sudah mulai ramai dengan orang-orang, beberapa pergi ke sungai untuk mencuci pakaian, mandi atau yang pergi ke masjid untuk bersiap-siap melakukan sholat subuh. Pada waktu itu saya hanya berusia 6-7 tahun untuk datang bersama ayah ke sungai untuk mandi (untuk generasi ke-90 ke atas mungkin tahu seberapa jelas sungai kami pada waktu itu). Seperti biasa ketika tahrim saya mengikuti ayah ke sungai.

Cerita Mistis Pertama Kali Dapat Melihat Sesuatu Yang Menyeramkan. Tidak ada yang aneh ketika berangkat dari rumah ke sungai, semuanya berjalan seperti hari biasa. Di sungai sudah sibuk dengan aktivitas penduduk desa saya. Setelah selesai mandi dan mengambil air wudhu karena akan melakukan sholat dengan ayah. Entah bagaimana ada bisikan / drive untuk melihat kebun pisang di sebelah kanan.

(Pembaca perlu tahu, untuk pergi ke tempat pemandian di sungai, penduduk desa harus melewati 2 kebun: kebun singkong pertama dan kebun pisang kedua). Saat itu karena mungkin saya masih polos, saya melihat ke deretan kebun pisang. Tidak ada apa-apa selain pohon pisang yang berbaris rapi (waktu itu saya pulang sendirian saja tidak dengan ayah).

Tetapi ketika pohon pisang terakhir (berbatasan dengan parit) saya melihat asap berkumpul di satu tempat dan perlahan membentuk sesuatu. Saya hanya bisa berdiri diam menyaksikan fenomena itu terjadi. Kemudian asap berubah menjadi harimau putih dengan cakar besar, ekor panjang dan taring yang sangat runcing..

Saya lahir dan dibesarkan di kota Rain. Pada waktu itu bertepatan dengan hari munggahan (sehari sebelum bulan Ramadhan) seperti biasa di daerah saya / desa saya menyebutnya desa D, pasti ramai ketika akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. dimulai dengan petasan yang mengindikasikan kedatangan Ramadhan.

Pada saat itu waktu Tahrim, biasanya di desa saya sudah mulai ramai dengan orang-orang, beberapa pergi ke sungai untuk mencuci pakaian, mandi atau yang pergi ke masjid untuk bersiap-siap melakukan sholat subuh. Pada waktu itu saya hanya berusia 6-7 tahun untuk datang bersama ayah ke sungai untuk mandi (untuk generasi ke-90 ke atas mungkin tahu seberapa jelas sungai kami pada waktu itu). Seperti biasa ketika tahrim saya mengikuti ayah ke sungai.

Tidak ada yang aneh ketika berangkat dari rumah ke sungai, semuanya berjalan seperti hari biasa. Di sungai sudah sibuk dengan aktivitas penduduk desa saya. Setelah selesai mandi dan mengambil air wudhu karena akan melakukan sholat dengan ayah. Entah bagaimana ada bisikan / drive untuk melihat kebun pisang di sebelah kanan.

(Pembaca perlu tahu, untuk pergi ke tempat pemandian di sungai, penduduk desa harus melewati 2 kebun: kebun singkong pertama dan kebun pisang kedua). Saat itu karena mungkin saya masih polos, saya melihat ke deretan kebun pisang. Tidak ada apa-apa selain pohon pisang yang berbaris rapi (waktu itu saya pulang sendirian saja tidak dengan ayah).

Tetapi ketika pohon pisang terakhir (berbatasan dengan parit) saya melihat asap berkumpul di satu tempat dan perlahan membentuk sesuatu. Saya hanya bisa berdiri diam menyaksikan fenomena itu terjadi. Kemudian asap berubah menjadi harimau putih dengan cakar besar, ekor panjang dan taring yang sangat runcing.

Ketika mencoba untuk berlari, untuk beberapa alasan kaki ini kelihatannya direkatkan ke bumi sehingga sulit untuk bergerak. Keringat dingin mulai menuangkan, bibir yang di dalam hati ingin membaca ayat pertemuan Seketika. Untuk waktu yang lama saya melihat harimau, harimau lalu bergerak ke arah saya, saya membasahi harimau lebih dekat, ketika harimau berada 1 meter di depan saya, tiba-tiba ayah datang dan menepuk bahu.

“Heh, terbengong-bengong (heh jangan lamunan)” dan ketika harimau berubah menjadi asap dan hilang. Kakiku yang sulit bergerak sekarang kembali normal, melihat putranya pucat, ayah bertanya. “Apa yang salah denganmu? Wajahnya pucat”. Saya hanya menggelengkan kepala dan berlari secepat yang saya bisa. Sejak itu saya belum pernah melewati tempat itu lagi, bahkan sekarang.

Begitu banyak cerita dari saya, maaf jika ceritanya kurang menarik dan kurang menyeramkan. Diberitahu kali ini menulis cerita ini. Masih banyak lagi cerita menyeramkan yang ingin kukatakan padamu, seperti suara cewek yang berubah menjadi tawa dan yang lainnya.

Facebook Comments
Share Button