Cerita Mistis Pertama Kali Merasakan Tidur Ketindihan

Cerita Mistis Pertama Kali Merasakan Tidur Ketindihan

Cerita Mistis Pertama Kali Merasakan Tidur Ketindihan. Saya berasal dari Malang, jadi ngekost di Surabaya. Oke kalo begini saja pergi ke cerita dengan judul ngerasain dulu gedor.

Cerita Mistis Pertama Kali Merasakan Tidur Ketindihan. Kejadian ini terjadi ketika saya baru pulang dari kampus, hari itu saya merasa sangat lelah karena banyak kegiatan di kampus. Jarak dari kampus ke kos saya kurang dari 1 KM, jadi saya selalu berjalan setiap hari. Singkat cerita setelah saya tiba di rumah kos, saya berencana untuk segera tidur. Saat itu kalau tidak salah pukul 12.15 an, tidak lama setelah adzan dzuhur. Karena saya sedang haid dan tidak sholat, akhirnya saya langsung menuju kamar (biasanya sebelum pergi ke kamar saya selalu pergi ke kamar mandi untuk wudhu dulu).

Cerita Mistis Pertama Kali Merasakan Tidur Ketindihan. Singkat cerita, saya masuk ke kamar dan mengganti pakaian saya. Hari ini panas dan sangat panas, bahkan lebih cerah dari biasanya atau mungkin karena saya juga lelah. FYI saya orang yang sangat gugup dan suka ngebayangin hal-hal aneh (horor), jadi sering parno sendiri jadi biarpun tidak ada apa-apa. Nah, karena saya punya kebiasaan di Malang yang dingin jadi saya agak risih seperti udara Surabaya yang panas, apalagi kostku no AC, hanya penggemar. Jadi saya tidak tidur pada saat mengenakan pakaian, hanya mengenakan celana pendek bra yang sama saja * hehe.

Saya sudah tidur jika saya tidak pernah mematikan lampu, entah siang atau malam karena saya takut gelap. Dan pada sore hari saya tidak pernah tinggal di kamar kost karena saya sangat dekat dengan kost, jadi saya merasa aman meskipun saya tidur lagi. Tapi hari itu saya tidur ngunci pintu dan matiin lampu biar gak lebih panas dan tidak di mengintip teman-teman dari luar untuk tidur hanya memakai bra saja * hehe. Karena aku takut, aku buru-buru tidur dalam posisi miring.

Nah, ketika saya tidur mimpi buruk itu, seperti saya lagi di tempat yang tenang terus dari depan ada banyak orang yang berjalan ke arah saya. Orang-orang berjalan perlahan dan menyeret kaki mereka seperti pincang, ketika itu cukup dekat untuk terlihat jelas itu adalah zombie yang penampilannya benar-benar hancur. Saya tidak tahu berapa lama saya tiba-tiba bangun dan posisi saya terlentang, saya tidak bisa melihat apa-apa karena kamar saya benar-benar gelap dan mata saya minus 4,5 sehingga benar-benar buram tidak terlihat apa-apa.

Tapi badan saya terasa kaku dan tidak bisa bergerak sama sekali, saya ingin gerakin kepala dan tangan saja tidak kuat. Saya ingin berteriak memanggil teman saya juga tidak bisa, apalagi pintu kamar juga saya punya kunci. Setelah itu saya samar-samar melihat di atas saya seperti ada bayangan hitam jadi tapi jangan lepaskan saya, saya mencoba membaca ayat apa pun yang saya bisa. Tapi setelah itu aku tidur dan mimpi yang masih berlangsung, aku mengejar zombie yang sama dan berteriak minta tolong. Saya merasa sadar bahwa saya tidur dan bermimpi (eh apa sih) tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuh saya benar-benar kaku.

Sampai lama kemudian saya mendengar bahwa teman saya mengetuk pintu dan saya bangun, rasanya seperti tubuh saya ringan tetapi lemas seperti maraton. Saya hanya duduk dan memakai pakaian saya dan membiarkan pintu saya terbuka. Teman saya bertanya-tanya dan bertanya-tanya mengapa rambut saya basah dan tubuh saya penuh dengan keringat. Saya mengatakan bahwa saya bukan mimpi buruk dan tubuh saya kaku, dan teman saya mengatakan bahwa itu adalah tekanan.

Saya merasa sangat takut, dan itulah kali pertama dan terakhir saya tidur dengan lampu mati. Mungkin karena saya setelah kuliah langsung tidur tanpa mencuci kaki dan membersihkan badan jadi kebawa mimpi buruk dan meremas. Dahulu kala saya pembaca cerita teman-teman, maaf jika berantakan dan kurang mengasyikkan. Semoga lain kali saya bisa berbagi cerita lagi di sini.

Facebook Comments
Share Button