Cerita Mistis Rambut Keramat Arwah Penasaran Yang Selalu Menghantui

Cerita Mistis Rambut Keramat Arwah Penasaran Yang Selalu Menghantui

Cerita Mistis Rambut Keramat Arwah Penasaran Yang Selalu Menghantui. Inilah cerita yang kudengar dari seorang teman pramugari. Ada satu teman yang kita sebut itu Elis yang juga pramugari.

Cerita Mistis Rambut Keramat Arwah Penasaran Yang Selalu Menghantui. Elis bekerja sebagai pramugari di salah satu maskapai terkenal. Dia adalah tipe wanita yang sangat memperhatikan penampilannya. Dan yang paling dia perhatikan adalah rambutnya. Jika bisa dibilang, rambut adalah bagian dirinya yang paling disukainya dan simpan. Maka tak heran jika dia sangat memperhatikan setiap detail perawatan yang harus dilakukan untuk mahkotanya.

Cerita dimulai saat dia pergi ke salah satu langganan salonnya. Malam itu dia pergi ke sebuah pesta.

Sebagai pelanggan setia, ia juga akrab dengan penata rambut yang biasanya menangani rambutnya. Untuk model rambut ini stylistnya mengandalkan hair extension untuk menciptakan tampilan yang elegan. Elis sangat puas dengan karya penata rambut.

Pesta di malam hari berlalu. Tidak ada yang terlalu seru untuk kita diskusikan. Cerita inti terjadi saat dia kembali ke rumah kosnya. Dia tinggal sendirian dengan salah satu temannya.

Ruangannya gelap. Temannya sudah tidur dulu. Elis perlahan memasuki ruangan. Setelah menyikat giginya dan mencuci wajahnya, dia bersiap-siap tidur. Dia memejamkan mata. Tapi entah bagaimana ia merasa tidak nyaman. Ada perasaan buruk di hatinya.

Seperti seseorang yang menatapnya. Perlahan dia membuka matanya dan tampak seperti nenek yang berdiri di samping tempat tidurnya. Tapi saat matanya terbuka lebar, isinya kosong. Tempat tidur lawan temannya masih tertidur nyenyak.

Merasa dia mungkin sudah kelelahan, akhirnya dia kembali menutup matanya dan tertidur …

Saat itu hari Minggu pagi, dan Elis ada di kamar mandi dengan sikat gigi.

Tiba-tiba dia mendengar jeritan temannya. Elis bergegas keluar. Temannya yang gemetar menunjuk ke ranjang Elis. Ternyata ada benjolan rambut di atas kasur. Elis juga sedikit terkejut. Dari mana rambut itu berasal? Tapi tiba-tiba dia teringat bahwa kemarin sore dia keluar dari salon. Mungkin karya penata rambut tidak apa-apa sehingga rambutnya mati.

Elis tergesa-gesa menjelaskan kepada temannya, teman baru itu agak tenang.

Malam berikutnya saat dia akan tidur lagi, lagi ada perasaan gelisah. Tapi kali ini dia merasa lebih buruk. Dia tahu tidak ada apa-apa di ruangan itu. Tapi entah bagaimana instingnya memberontak. Dia akhirnya membuka matanya lagi untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa tidak ada apa-apa di kamarnya. Selain teman-temannya saja.

Dan benar saja, saat dia membuka matanya, seorang nenek berdiri tepat di sampingnya.

Elis, mengusap matanya, tapi neneknya masih ada. Elis mengingat. Itu adalah bayang-bayang nenek yang dilihatnya tadi malam! Nenek itu tampak sangat tidak bahagia. Mulutnya bergetar seolah membicarakan sesuatu. Hati Elis berdebar. Nenek itu tampak marah, tapi suaranya terdengar seperti bisikan yang kacau. Elis tidak menangkap apa yang nenek katakan.

Dan tiba-tiba bisikannya menjadi nyaring.

KEMBALIKAN RAMBUT SAYA!”

Elis segera terbangun. Seluruh tubuhnya berkeringat. Bagian luar masih malam. Tapi dia tidak bisa tidur semalaman setelah itu. Mimpi itu terlalu nyata. Dia mulai merasakan ada yang tidak beres dengan rambutnya. Tapi ada apa dengan rambutnya?

Lalu ia teringat. Dia menggunakan sambungan rambut. Mungkinkah itu penyebabnya?

Senin pagi Elis bergegas ke salon untuk meminta kejelasan kepada penata rambutnya. Penata rambut tidak bisa langsung memberikan jawaban, tapi berjanji untuk mencoba melacak kembali asal rambutnya.

Beberapa minggu kemudian Elis akhirnya mendapat jawaban. Ternyata rambut yang dipasangkan adalah rambut asli nenek. Nenek ini mencintai rambutnya dan merawatnya dengan baik. Saat meninggal, ada satu anggota keluarga yang memutuskan memotong bulu neneknya untuk dijual (karena rambutnya sangat bagus dan panjang). Dan rambut itu dioleskan pada Elis.

Nenek sepertinya tidak menyukai rambutnya untuk dipakai siapa saja, karena itulah Elis diintimidasi. Setelah mengetahui kondisi seperti itu, akhirnya mereka memutuskan rambutnya dibakar sendiri. Baru saat itulah Elis merasa lega.

 

Facebook Comments
Share Button