Cerita Mistis Senandung Dalam Hutan Mencekam

Cerita Mistis Kali ini saya akan menceritakan sebuah kisah berjudul bersenandung di hutan, cerita ini adalah pengalaman dari seorang teman dari teman saya, sebut saja namanya Boy. Boy adalah bahwa siswa yang aktif di pramuka. Pada saat ia sedang duduk di kedua SMA kelas, ia menjadi acara camp panitia yang memegang sekolahnya. Acara berlangsung perkemahan berdekatan dengan hutan pinus, hutan ini diketahui dihantui oleh masyarakat setempat.

Setelah melakukan survei dan persiapan, panitia siap untuk melaksanakan malam acara Jurit. Komite yang bertugas menjaga pos termasuk Boy, menempatkan diri di setiap pos pemeriksaan. Boy akan berjaga pos 3 dengan seorang teman. Heading 3 terletak di hutan pinus yang penuh dengan pohon-pohon tinggi dan pencahayaan yang sangat minim, sumber cahaya hanya dalam bentuk dua lembar senter dan lilin dibawa Boy dan temannya. Cerita Mistis

Tepat pukul 21.00 Jurit acara malam dimulai, peserta wajib berjalan sendirian dengan hanya menyediakan lilin sebagai sumber penerangan. acara berjalan lancar dan para peserta satu per satu melalui pos pemeriksaan Boy. Sampai peserta terakhir hampir menunjukkan waktu pukul 23:00, tiba-tiba salah satu peserta yang tiba dalam surat 3 mengeluh sakit di bagian perut. Cerita Mistis

Boy teman yang juga berjaga pos 3 akhirnya menyebabkan peserta untuk basecamp untuk pengobatan. Dengan demikian, Boy dipaksa untuk terus menuju 3 sendirian sampai peserta lulus terakhir. Setelah temannya pergi, suasana hutan lebih tegang. Cahaya bulan mengintip dari balik pepohonan menemani Boy dalam kesendirian.

Suara serangga dan suara nokturnal bersautan, mengusir Boy bosan dengan mendengarkan musik menggunakan headset dari hp-nya. Lama dia menunggu, temannya tidak pernah kembali, Boy mulai bosan ketika samar suara dengungan dari seorang wanita menyanyikan lagu Sunda.

Boy awalnya mengabaikannya, tapi terdengar lebih jelas dan dekat. Boy melepas headset dan mencoba untuk menemukan sumber suara. Setelah mencari sekitar untuk sementara waktu, mata Boy tetap pada sosok seorang wanita yang duduk di cabang pohon pinus tidak jauh dari tempatnya berdiri. Wanita berpakaian bersenandung lusuh putih saat bermain kakinya.

Boy dikejutkan oleh penampilan itu, tubuhnya kaku dan ia hanya bisa berdoa diam-diam. Wanita itu tiba-tiba berubah ke arah anak itu, wajahnya pucat dengan mata putih, tersenyum pada Boy dan mulai tertawa. Boy hanya bisa terus berdoa diam-diam, tampaknya waktu yang lama itu terjadi ketika temannya akhirnya datang ke peserta terakhir dan wanita itu menghilang.

Melihat Boy berwajah, temannya bertanya, tapi anak itu tetap diam. Mereka bertiga kemudian berjalan ke pos 4 yang juga merupakan pos terakhir. Pengalaman malam itu menjadi pengalaman yang tidak akan melupakan Boy seumur hidup.

Facebook Comments
Share Button