Cerita Mistis Suara Suara Gangguan Yang Menghantuiku

Perkenalkan, saya devi dari Surabaya, ini adalah kisah nyata yang pernah saya alami di rumah mertua saya yang sudah lama dikosongkan. Maklum, seluruh rumah sibuk bekerja di luar kota masing-masing. Oh ya, pengalaman saya sedang terjadi di Kabupaten Lamongan (mertua), ya lurus.

Saya hamil 7 bulan. Setiap malam jam 21:00 (kurang lebih) selalu ada suara orang yang menarik kursi meja makan, lalu bermain rice cooker dan piring bermain, sendok. Setiap malam saya selalu bilang “wes ndang mangano. Nek biarkan mirioh” (sudah, makan saja kalau sudah selesai). Jika setiap hari tidak mengatakan seperti itu maka suara akan terus terdengar.

Saya berbicara seperti itu dari dalam ruangan, jangan berani meninggalkan ruangan karena saya belum siap melihat sosok yang bermain di ruang makan. Bahkan aku berani berani meski takut tidak karuan. Saya tidur sendiri karena suami saya juga bekerja di daerah Gresik, dan pulang juga kadang seminggu atau dua minggu. Bahkan jika saya memberi tahu suaminya, dia tidak akan mempercayai saya. Karena setiap suami di rumah, tidak ada kejadian seperti itu.

Agak agak aneh sih, kenapa suara itu terdengar saat aku ada di rumah. 2 bulan berlalu, 2 bulan juga seperti itu. Perut saya masuk ke dalam 8 bulan. Hal yang tidak pernah saya bayangkan sangat menakutkan. Suami saya menelepon “ma, ayah pulang besok siang, kalau tidur malam ya” lalu menutup telepon. Aku masuk ke kamar tidur dan tidur, memejamkan mata, kudengar seseorang mengetuk pintu depan rumah.

Sangat jernih, karena posisi kamarku berada di ruang tamu berhadapan dengan ruang utama dan menghadap langsung dengan pintu depan rumah. Aku membuka pintu kamarku, aku tidak melihat siapa pun. Pintu juga terkunci, saya lihat jam sudah menunjukkan jam 21:15. Aku kembali tidur dan suara ketukan itu muncul lagi. Saya mencoba untuk tenang, saya menarik selimut untuk menutupi tubuh saya dari rasa takut.

Suara itu hilang dengan suara langkah kaki ke rumah dengan memakai sandal jepit “* srek, srek, srek”. Hatiku berkata “siapa itu? Bukankah pintunya terkunci rapat, bagaimana dia bisa masuk? Manusia atau inkarnasi?” Di bawah selimut yang terus kudengar dengan tajam, aku menggigil dan terus mengatakan ayat-ayat Alquran sebaik mungkin. .

Suara itu terus berlanjut, menarik meja ruang tamu yang berat. Lalu suaranya berubah seperti seseorang yang memasang helm di atas meja. Lalu kaki melangkah ke depan kamarku dan mengetuk pintu “* tok, tok, tok” aku mulai takut. Tapi saya tidak berani bicara. “Jika itu suami saya, mengapa tidak memanggil nama saya Jika itu adalah seorang pencuri, mengapa Anda harus mengetuk pintu? Siapa dia? Bagaimana dia bisa masuk? Saya yakin pintu depan benar-benar terkunci rapat”.

Saya masih mengatakan ayat-ayat Al Qur’an di dalam hati saya. Tapi makhluk itu tidak pergi, saya mendengarkan lagi suara itu melangkah ke ruang makan dan menyeret sebuah kursi di ruang makan. Aku menunggu lama, lalu mengetuk pintu kamarku lagi dan tersesat. Saya melihat jam menunjukkan pukul 11.30, saya tidak bisa tidur. Suara itu terus mengganggu saya sampai jam 3 pagi.

Saya sensitif terhadap suara gangguan seperti itu. Tapi saya tidak sensitif terhadap penampakan, saya tidak mau dan tidak berharap bisa memenuhi sosok yang saya takuti. Saya belum siap, setelah lama dalam semalam saya terbangun oleh gangguan yang akhirnya saya capek dan sangat mengantuk.

Aku tertidur sampai jam 7 pagi. Aku sedang tidur nyenyak, karena suara menjengkelkan yang menghantuiku tadi malam. Jadi untuk waktu yang lama, maaf jika ceritaku kurang menyeramkan dan berantakan. Karena ini adalah cerita pertamaku. Terima kasih telah membaca.

Facebook Comments
Share Button