CROWN-NEW-527x65 kartuking SARANA-728x90 simpatiqq

Kali ini adalah cerita dari teman dekat saya bernama Santoso

main_image_16219

Sekedar info, rumahku ini adalah tempat berkumpul teman-teman satu gank. Biasanya ada yg nginep, ada juga yg pulang tengah malam, jam 2, subuhjuga ada. Jadi termasuk bebas mau masuk atau pulang jam berapapun. Biasanya mereka akan membangunkanku jika datang ataupun pulang. Aku tinggal hanya bersama nenek.
Ayah, ibu dan adikku ada di jakarta.
Biasanya, anak-anak berkumpul di ruang TV. Yaitu ruangan yang berada tepat di samping ruang tamu. Sementara nenek tidur di kamar paling belakang. Sengaja memang, supaya beliau tidak terganggu saat anak-anak lagi pada ngumpul.

Nah, waktu itu tepat malam jum’at. Ntah jum’at kliwon atau apa aku sudah lupa.
Aku tertidur sekitar jam 9 malam dengan TV yg masih menyala karena badanku terasa sangat lelah setelah pulang sekolah tadi, aku langsung bermain badminton.
Karna malam jum’at, maka jarang ada yg datang ke rumah.
Biasanya pada kumpul bareng keluarga dikediaman masing-masing.
Paling malam nanti baru pada dateng. Itupun hanya beberapa anak saja.
pokerace99
agen poker
Saat tidur dengan nyenyaknya, sekitar pukul 11, aku merasa ada yg masuk dan duduk di depan TV.
Aku tidur agak jauh dari TV dan posisi menghadap tembok.
Saat ku lirik dia, sekilas seperti Jerry.
Nggak terlalu jelas memang. Namanya juga orang lagi tidur.
Yang pasti, kejadian seperti ini sudah biasa.
Kadang saat aku terbangun tengah malam, anak-anak sudah pada ngumpul disini tanpa ku ketahui kapan datangnya.

Dan jika dibandingkan yg lain, Jerry memang yg paling sering datang malam-malam karna rumahnya berjarak beberapa meter di belakang rumahku.
Dia tiduran di depan TV tepat di sebelahku.
Ku teruskan kembali tidurku yg terpotong tadi.
daftar poker
poker online indonesia
poker online
Kira-kira pukul 11.30, aku kembali terjaga dan teringat lampu ruang tamu masih nyala dan pintu depan belum aku kunci.
Dengan malas aku bangun dan mendapati dia masih tiduran di depan TV membelakangiku.
Dengan langkah gontai aku langsung ke depan tak terlalu memperhatikannya.
Saat aku sudah mengunci pintu dan akan kembali ke ruang TV, aku baru beberapa langkah menjauh dr pintu. Tapi tiba-tiba pintu ada yg menggedor.
Dan saat aku buka…
Apa-apaan ini…
Begitu terkejutnya aku karena yg ada di depanku adalah Jerry.
Darahku seakan berhenti di satu titik.
Aku hanya melongo tak percaya dengan apa yg aku liat sekarang.
Jerry datang hanya untuk menanyakan apakah Welly berada disini apa tidak.
Masih dengan bengong aku hanya menggelengkan kepala.
Jerry lalu pergi dan bilang mau pulang.
Sedangkan aku tetap terpaku dan membiarkan dia pergi.
Baru beberapa saat kemudian akal sehatku mulai pulih dan sadar, aku sekarang ada dalam posisi yang rumit.
Kalau bukan Jerry, lalu siapa itu ?
Kenapa tadi aku tidak memanggil Jerry dan meminta dia menemaniku disini saja.
Ah, bodoh sekali aku ini.
Dengan semua rasa yg berkecamuk. Aku sedikit ragu untuk kembali melanjutkan tidurku di ruang TV.
Antara penasaran dan takut, aku mencoba kembali ke ruangan itu.
IDN poker
judi online
poker online uang asli
Dari dekat memang samar-samar terdengar suara TV.
Apa mungkin itu hanya halusinasi karna memang aku baru bangun ?
Mungkin nyawaku belum sepenuhnya menyatu dengan raga. Jadi gampang ngelantur.
Ah, masa bodo.
Dengan langkah ragu, aku terus berjalan memasuki tempat itu.

Dan…

Ternyata memang disitu tidak ada siapapun. Kondisi TV juga masih menyala.
Ah, mungkin benar cuma halusinasi.
Tapi bulu kudukku tetap masih berdiri.
Kemudian aku mematikan TV, lalu kembali menghempaskan tubuhku, menarik selimut, dan mencoba kembali terlelap.

Cukup lama aku tidak bisa tertidur karna rasa takut dan bingung selalu mendominasi otakku. Tp ku kuatkan bahwa itu semua hanya halusinasiku saja.
Karna fisik yg lelah mungkin, lambat laun mata ini terlelapjuga.

Entah pukul berapa, ku dapati tidurku sudah berubah menghadap TV.
Saat mata ini mulai terbuka, samar-samar terlihat benda aneh di depanku.
Sebentar aku berpikir itu hanya bantal guling. Tapi kenyataannya aku tak mempunyai guling berwarna putih. Dan ini lebih besar.
Mataku yang masih setengah merem semakin ku tajamkan.
Dan betapa kagetnya aku setelah menyadari yg ada di depanku ternyata bukan bantal guling ataupun benda lainnya.
Itu Pocong.
Yah, tidak salah lagi itu pocong.
Tubuh itu terbungkus kain kafan yg sudah kotor dan lusuh dengan posisi tidur membelakangiku.
Seketika tubuhku langsung mematung tak bisa di gerakkan, suaraku seperti tertahan di tenggorokan.
Aku hanya setengah bangun dan terpaku dengan mulut terbuka lebar tanpa ada sedikitpun suara.
Sekitar 10 detik aku menyaksikan itu. Dan rasanya seakan lama sekali.
Sekuat tenaga ku paksakan tubuhku bergerak membelakanginya dan langsung bersembunyi di dalam selimut.
Aku tak tau lagi harus berbuat apa. Setiap detik kurasakan seperti berjam-jam.
Keringat dingin membanjir keluar dari seluruh pori-pori kulitku.
“Setan brengsek…
Ngapain juga tidur bareng gue disini. Kurang kerjaan banget sih lo”, kutukku dalam hati.
Akhirnya ku kumpulkan semua keberanianku.
Dengan bergetar, ku tengokkan wajahku perlahan.
Sangat perlahan.
Dan tenyata…
tidak ada apapun disitu.
Sialan…!!
Nafasku langsung ngos-ngosan. Aku langsung terbangun dan memastikan apa pocong keparat itu sudah pergi atau belum.
Mataku menelusuri setiap sudut ruangan.
Huft, mungkin sudah pergi.
Seakan masih ragu, kembali ku mantapkan dengan membuka pintu. Dan memang sudah tidak ada.
Nafasku mulai agak teratur sekarang.
Ku coba menenangkan diri sejenak.
Ku balikan tubuhku dan…

Ya TUHAN…!!

Posisinya persis berdiri di depanku.
Mukanya berhadapan langsung dengan mukaku.
Wajahnya hitam, hancur tak berbentuk. Aku berteriak sekuat tenaga, tapi hanya suara geraman yg keluar.
Ku kerahkan seluruh tenaga untuk secepatnya menjauhi dari mahluk terkutuk itu.
Berat sekali rasanya langkah ini. Tapi terus saja ku paksakan.
Aku berlari menuju pintu depan, membuka kunci, dan langsung berlari keluar.
Entah kemana tujuanku aku tak tau. Yang penting menjauh dari mahluk itu.
pokerdewa
main poker online uang asli
ceme online

Langkah kakiku menuntun raga ini menuju rumah Jerry yg tak jauh dr rumahku.
Aku langsung buka pintunya yg ternyata tidak dikunci. Ku dapati Welly juga ada disitu. Mereka sedang asyik begadang.
Melihatku datang tiba-tiba dengan wajah pucat, nafas ngos-ngosan, dan keringat dingin mengucur deras.
Mereka bertanya kepadaku apa yg terjadi.
Setelah meminum segelas air putih, ku jelaskan kepada mereka bahwa ada pocong di rumahku.
Mendengar itu, mereka tertawa seakan mendapat cerita humor segar.
Awalnya mereka memang menganggapku bercanda. Tapi melihat keadaanku seperti ini, akhirnya mereka sedikit percaya walaupun masih menganggap itu semua hanya perasaanku saja.
Ajakan mereka untuk memastikan keberadaan pocong itu aku tolak mentah-mentah. Walaupun mereka memaksa tetap aku tolak.
Akhirnya mereka mengalah dan aku begadang dengan mereka sampai pagi.

Paginya Nenekku meanyakan kemana saja aku semalam dan kenapa pintu depan masih terbuka.
Saat ku ceritakan secara rinci, beliau juga ikut tertawa dan bilang mungkin aku bakal dapet rejeki.
Hah, rejeki apaan.
Pocong brengsek, salah apa aku sampai dikau mampir kesini segala.

Dan sejak saat itu, tiga hari aku tidak berani tidur sendiri.
Minimal harus ada tiga orang yg tidur ditempatku.pokerace99
agen poker
daftar poker
poker online indonesia
poker online
IDN poker
judi online
poker online uang asli
pokerdewa
main poker online uang asli
ceme online

Facebook Comments
Share Button
crownsbo303.com- Selamat Datang Di crownsbo303.net Situs Online Agen Judi Bola Terpercaya
Agen Bola Tepercaya Situs Judi Online Casino Online Daftar SBOBET Daftar Judi Online Agen Judi Online Agen Bola Tepercaya Main Casino Online Uang Asli Crown303 daftar poker online