CROWN-NEW-527x65 kartuking SARANA-728x90 simpatiqq

Keris Berjalan dari Tanah Jawa ke Serambi Makkah

Keris Berjalan dari Tanah Jawa ke Serambi Makkah – Keris tua itu tidak sempat sekalipun dimandikan lazimnya ritual yang kerap dicoba kepada benda- benda pusaka sejenisnya. Dia cuma diikat kawat serta ditutupi kaca seukuran panjang serta lebar keris tersebut di dalam suatu tiang beton. daftar poker

Barang pusaka itu tidak sempat dijamah. Dibiarkan begitu saja. Seakan mengambang di antara tiang- tiang beton lain yang terdapat di sekelilingnya. Bila hari hening, aura magis dapat begitu kental dialami untuk yang tiba ke tempat keris itu terletak. saranacash

Banyak berita burung tersebar tentang keris tersebut, yang sebagian besar tidak dapat diterima ide sehat. Terdapat yang bilang keris itu tiba sendiri menjajaki seseorang ulama dikala tiba dari tanah Jawa ke Aceh. Daftar SBOBET

Bagi berita, yang memahami keris itu disebut- sebut terpana dengan kealiman si ulama, kemudian mengikutinya sampai ke tanah kelahiran si ulama tersebut.

Cerita lain berkata, keris itu masih mempunyai silsilah owner yang masih bertautan darah dengan sang ulama. Makanya, tidak heran bila keris itu menjajaki generasi pemiliknya terdahulu yang berhak jadi pakar waris.

” Ia turut Abu. Keris itu turut dikala Abu Peuleukueng kembali dari Jawa,” kata Masykur,

Si Owner Keris

Keris Berjalan dari Tanah Jawa ke Serambi Makkah – Bila berkunjung ke Masjid Jamik Abu Habib Muda Seunagan Peuleukueng di Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Kamu hendak memandang keris itu ditambat pada tiang utama masjid.

Tiang tempat keris itu terletak dicat kuning sepia bergaris hijau dikelilingi tiang yang lain yang bercorak putih.

Abu Peuleukueng ataupun si ulama yang konon diiringi oleh keris tadi yang menyimpan barang pusaka itu di tiang masjid.

Tidak hanya cerita di atas, ada cerita lain ikhwal asal muasal keris itu.

Abu Peuleukueng ataupun Abu Habib Muda Seunagan merupakan seseorang ulama yang pula Republiken sejati. Dia memiliki jasa mempertahankan lndonesia yang dikala itu baru saja dikumpulkan bak puzzle sehabis lepas dari cengkeram kolonialis- fasis, dari unsur- unsur yang membahayakan kesatuan RI.

Salah satu yang ditentangnya merupakan upaya DI/ TII lewat masinisnya Daud Beureueh, yang mau pisah dari RI kemudian membentuk negeri sendiri berasaskan Islam bagaikan tumpuannya.

Dikala itu, pertumpahan darah antara kelompok Abu Habib Muda dengan Daud Beureueuh yang notabene kerabat sebangsa tidak terelakkan.

Sukarno, Si Presiden juga terkagum oleh nasionalisme yang ditunjukkan oleh Abu Habib Muda.

Si ulama itu digadang- gadang berfungsi dalam mempertahankan perdamaian serta kedamaian Aceh. Lebih luas Indonesia pada masa dini berdirinya. Dia juga diundang ke istana bagaikan tamu negeri.

Sehabis berjumpa Sukarno, Abu Habib Muda Seunagan memohon diantar ke Masjid Demak. Bagi ia, salah satu tiang masjid itu dibentuk oleh pendahulunya bernama Said Athaf.

Asal Keris

Bagaikan catatan, Masjid Demak dibentuk pada masa pemerintahan Raden Patah, Sultan I Demak, pada 1481 Masehi. Pembangunan dicoba bersama para wali, sehingga masjid ini diketahui bagaikan Masjid Wali. Masjid Demak jadi saksi sejarah kebesaran agama Islam serta pula Kesultanan Demak.

Sedangkan, sebagian literasi menyebut Said Athaf mempunyai nasab dengan Nabi Muhammad, lewat Raden Fatah sampai ke Jafar As- siddiq selaku generasi cucu Nabi Muhammad, ialah Husein.

Berikutnya, setiba di Masjid Demak, Abu Habib Muda tidak langsung masuk ke dalam masjid. Tetapi, terlebih dulu dia mengitari masjid dengan mengucapkan tasbih sebanyak 7 kali.

Di dalam masjid, dia melihat satu tiang yang nampak berbeda dengan tiang yang lain. Tiang inilah yang dibentuk oleh Said Athaf dari serbuk kayu sisa pembuatan tiang masjid 3 temannya.

Konon, keris tersebut terletak di Masjid Demak serta menjajaki Abu Habib Muda dikala kembali. Tetapi, terdapat pula yang berkata jika pengurus masjid memberikannya kepada Abu Habib Muda bagaikan cendera mata.

Terlepas benar tidaknya rumor menimpa keris tersebut, wujud Abu Habib Muda Seunagan memanglah lumayan fenomenal di Aceh. Dia dengan tarekat Syattariahnya lumayan mengemuka di Aceh.

Pengikutnya juga tidak tanggung- tanggung. Jumlah mereka ribuan. Tersebar di segala Aceh, dengan pusatnya Nagan Raya.

Ulama bernama asli Habib Muhammad Yeddin bin Habib Muhammad Yasin ini meninggal 14 Juni 1972. Ia dimakamkan di lingkungan masjid yang dibangunnya, di tempat keris tersebut terletak.

Keris Berjalan dari Tanah Jawa ke Serambi Makkah

Facebook Comments
Share Button
crownsbo303.com- Selamat Datang Di crownsbo303.net Situs Online Agen Judi Bola Terpercaya
Agen Bola Tepercaya Situs Judi Online Casino Online Daftar SBOBET Daftar Judi Online Agen Judi Online Agen Bola Tepercaya Main Casino Online Uang Asli Crown303 daftar poker online