CROWN-NEW-527x65 kartuking SARANA-728x90 simpatiqq mwtoto asuspoker

Misteri Istana Warisan Raja Gula Asia di Semarang

Misteri Istana Warisan Raja Gula Asia di Semarang – Sesuatu sore, mendung hitam menyelimuti langit Semarang. Di sudut pusat kota, nampak Balekambang, suatu istana kepunyaan konglomerat asia abad 19, Oei Tiong Ham berdiri gagah. Ini merupakan suatu rumah kuno, saksi sejarah semacam rumah Cimanggis. daftar poker

Erik( 33) si penjaga mulai menutup satu per satu jendela gedung di jalur Kyai Saleh itu. Gerimis mulai jatuh di pelataran rumah dengan owner kekayaan kala itu menggapai 200 juta gulden. Dengan besar dekat 2 m, jendela itu seakan menasbihkan derajat si owner bagaikan salah satu orang terkaya di Asia pada masanya. saranacash

Raja Gula, demikian istilah yang menempel Oei Tiong Ham. Dia merupakan anak Oei Tjie Sien yang membangun konglomerasi bisnis dalam wadah Oei Tiong Ham Concern serta NV Makin Gwam. Daftar SBOBET

Misteri Istana Warisan Raja Gula Asia di Semarang – Kedua holding itu berpusat di Semarang dengan beberapa anak industri yang bergerak di bidang perkebunan( tebu), pabrik gula, perbankan serta asuransi, tidak hanya di bidang import bahan- bahan pokok Oei Tiong Ham pula bisnis candu!

Dengan 5 buah pabrik gula, yang seluruhnya terletak di pulau Jawa, ia setelah itu menemukan julukan bagaikan“ Raja Gula” hingga ia wafat pada 1924 sebab serbuan jantung. Setelah itu jalannya industri dijalankan anaknya sampai pada 10 Juli 1961 segala asetnya disita negeri.

Semenjak dikala itu pengelolaan istana, yang pada mulanya luasnya menggapai 9, 2 hektare persegi berubah dari satu tangan ke tangan lain.

Erik menceritakan, bila dilihat dari luar, kokohnya gedung dengan tiang- tiang beranda yang besar memanglah tidak dapat menyembunyikan kesan angker yang ditimbulkan. Tidak hanya sebab bangunan tua, pula banyak penampakan makhluk halus serta peristiwa di luar nalar.

” Yang sangat kerap penampakan kuntilanak. Terlebih dikala renovasi istana Oei Tiong Ham ini,” kata Erik.

Lingkungan Istana Terbesar

Dalam novel” Cerita Tragis Oei Hui Lan” yang dianggit Agnes Davonar 2012 dikisahkan kalau gedung Balekambang itu merupakan yang terbanyak. Rumah Gubernur sekalipun kalah besar dibandingkan rumah itu.

” Rumah kami nampak raga bergaya khas Italia dengan susunan lantai keramik putih. Tetapi di tiap ruangan ada sekat bambu yang menyamai istana kerajaan di Cina. Mempunyai 200 ruangan, ditambah dapur, villa individu, serta 2 paviliun besar,” tulis Agnes Davonar dalam novel itu.

Dari zona seluas itu, di ujung balik rumah, Oei Tiong Ham membangun rumah yang diperuntukkan untuk pelayan- pelayan pribumi. Setelah itu di sisi selatan, terdapat dapur serta tempat spesial pijat untuk Goei Bing Nio, istri Oei Tiong Ham.

Pada masa jayanya, rumah itu diurus oleh 40 asisten rumah tangga yang dikepalai seseorang Majordomo. Terdapat pula 50 tukang kebun yang bertugas mengurus rumput serta tumbuhan. Buat urusan dapur, terdapat 2 koki yang spesial melayani Oei Tiong Ham, ialah dari Cina serta Eropa.

Bagi Oei Hui Lan, anak kedua Oei Tiong Ham, si bapak mempunyai selera yang sangat besar dalam perihal santapan. Dia menggemari masakan Eropa serta paduan masakan China- Jawa.

” Rumah itu sangat besar. Sebab sangat besar, kami mempunyai danau buatan sendiri serta rumah ibadah individu untuk para pelayan,” kata Oei Hui Lan.

Tersesat di Rumah Sendiri

Dengan luas zona 9, 3 hektare, pasti tidak gampang buat menjelajahi rumah ataupun istana itu sendirian. Apalagi Oei Hui Lan mengaku kerap tersesat. Karenanya dia mempunyai pelayan yang jadi pemandu di rumahnya sendiri. Pelayan yang spesial dihadirkan dari Cina.

Istana Oei Tiong Ham ini di bagian depan disangga 8 tiang. Dihiasi dengan 3 lampu gantung di beranda menjadikan kemewahan klasik rumah ini. 2 lukisan pada batu granit pada sisi kanan serta kiri menyongsong tiap wisatawan.

Lampu gantung yang besar serta menawan menjadikan rumah ini kian megah. Memandang ke dalam ruangan, hendak bebas dari pintu depan. Di ruang utama, ornamen langit- langit memantapkan rasa klasiknya.

Dikala ini, Balekambang ataupun istana Raja Gula itu tinggal menyisakan luas sebagian ratus m persegi saja. Kepemilikannya pula misterius, tercantum Erik si penjaga, mengaku tidak memahami secara individu.

Walaupun demikian, gedung ini masih sangat terpelihara. Apalagi Otoritas Jasa Keuangan( OJK) Kantor Regional III Jateng- DIY ikhlas menyewa serta menjadikannya kantor semenjak Jumat

Misteri Istana Warisan Raja Gula Asia di Semarang

Facebook Comments
Share Button