CROWN-NEW-527x65 kartuking SARANA-728x90 simpatiqq

Misteri Uhang Pandak, Orang Pendek Gunung Kerinci

Uhang Pandak, Legenda Orang Pendek dari Kerinci - kumparan.com

“Uhang Pandak” atau Orang Pendek, merupakan misteri sejarah alam terbesar di Asia. Eksistensi Orang Kerdil ini, sudah memancing pakar binatang untuk meregistrasikan laporan kera misterius ini di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, Propinsi Jambi, lebih dari 150 tahun.

Tiap tempat pasti memiliki kepercayaan tentang makhluk-makhluk “Bunian”. Di tempat Bengkulu, orang Bunian disebut \”Sebabah\” yang adalah satu format yang mirip dengan manusia, cuma saja mereka bertubuh kecil dan berkaki terbalik. Lebih ke tempat pedalamannya lagi, ada juga kisah tentang makhluk “Gugua”, yang mempunyai perawakan berbulu lebat, pemalu, dan menyenangi menirukan tingkah laku dan tindakan manusia. daftar slot online

Konon pada zaman dahulu, makhluk ini dapat ditangkap. Masyarakat dulu menangkap makhluk ini dengan menyiapkan sebuah perangkap. Ada juga kisah tentang perkawinan makhluk ini dengan penduduk lokal, lalu memiliki keturunan. Hingga hari ini, makhluk di gunung Kerinci yang dikenal sebagai “uhang pandak”, mempunyai tipe yang membingungkan dari nama logat setempat. Sampai kini malahan masih belum teridentifikasi oleh ilmuwan.

Orang pendek / uhang pandak merupakan nama yang dikasih terhadap seekor hewan (manusia atau bunian) yang sudah diperhatikan banyak orang selama ratusan tahun. Sering kali timbul di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi. Padahal tak sedikit orang yang pernah memandangnya, eksistensi uhang pandak hingga kini masih ialah teka-teki. Tak ada seorang malahan yang tahu sesungguhnya makhluk variasi apakah yang sering disebut sebagai orang pendek itu.

Tak pernah ada laporan yang menginfokan, bahwa seseorang pernah menangkap atau pun menemukan jasad makhluk ini. Melainkan, hal itu berbanding terbalik dengan banyaknya laporan dari beberapa orang yang mengatakan pernah memperhatikan makhluk tersebut. Sekedar info, orang pendek ini masuk ke dalam salah satu studi Cryptozoology. Ekspediasi pencarian Orang Pendek sudah sebagian kali dijalankan di Wilayah Kerinci, salah satunya adalah ekspedisi yang di danai oleh National Geographic Society. bola88

National Geographic benar-benar beratensi mengenai legenda Orang Pendek di gunung Kerinci, Jambi. Malahan, sebagian peneliti sudah mereka kirimkan kesana untuk menjalankan penelitian mengenai makhluk hal yang demikian. Adapun cerita mengenai uhang pandak pertama kali ditemukan dalam catatan penjelajah gambar jejak, Marco Polo, 1292, dikala ia bertualang ke Asia. Walau diyakini keberadaannya oleh penduduk setempat, makhluk ini dilihat cuma sebagai mitos belaka oleh para ilmuwan, seperti halnya “Yeti” di Himalaya dan monster “Loch Ness” Inggris Raya.

Sejauh ini, para saksi yang mengaku pernah memandang Orang Pendek menandakan tubuh fisiknya sebagai makhluk yang berjalan tegap (berjalan dengan dua kaki), tinggi sekitar satu meter (diantara 85 cm hingga 130 cm), dan mempunyai banyak bulu diseluruh badan. Malah tak sedikit pula yang menggambarkannya dengan membawa beragam macam kelengkapan berburu, seperti semacam tombak. Legenda Mengenai Uhang Pandak telah secara turun-temurun dikisahkan di dalam kebudayaan masyarakat \”Suku Buah Dalam\”. Mungkin bisa dibilang, suku buah hati dalam (Kubu) telah terlalu lama berbagi tempat dengan para Orang Pendek di wilayah hal yang demikian. Meski demikian, jalinan sosial diantara mereka tak pernah ada.

Semenjak dahulu, suku buah hati dalam malahan tak pernah menjalin kontak seketika dengan makhluk-makhluk ini, mereka memang kerap kali terlihat, tapi tidak pernah sekalipun warga dari suku buah hati dalam bisa mendekatinya. Ada sebuah kisah mengenai keputusasaan para suku buah hati dalam yang mencoba mencari tahu identitas dari makhluk-makhluk ini, mereka hendak menangkapnya, namun senantiasa gagal. Pencarian lokasi dimana mereka membangun kelompok sosial mereka di wilayah Taman Nasional juga pernah dilaksanakan, tetapi juga tidak pernah ditemukan.

Awal tahun 1900-an, dimana saat itu Indonesia masih adalah jajahan Belanda, tak sedikit pula laporan datang dari para WNA. Namun, yang paling familiar yaitu kesaksian Mr. Van Heerwarden di tahun 1923. Van Heerwarden yaitu seorang zoologiest, dan disekitar tahun itu dia sedang melaksanakan penelitian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Pada satu catatan, ia menuliskan mengenai pertemuannya dengan beberapa makhluk gelap dengan banyak bulu di badan. Tinggi tubuh mereka ia gambarkan setinggi si kecil kecil berusia 3-4 tahun, tapi dengan format wajah yang lebih tua dan dengan rambut hitam sebahu. Van Heerwarden sadar, mereka bukan sejenis siamang ataupun primata lainnya. Ia tahu makhluk-makhluk itu menyadari eksistensi dirinya saat itu, sehingga mereka berlari menghindar. agen slot

Satu hal yang membikin Mr. Heerwarden tak habis pikir, semua makhluk itu memiliki persenjataan berbentuk tombak dan mereka berjalan tegak. Semenjak itu, Mr. Heerwarden terus berusaha mencari tahu makhluk tersebut, namun usahanya senantiasa tidak berbuah hasil. Sumber-sumber dari para saksi memang amat dibutuhkan bagi para peneliti yang di danai oleh National Gographic Society untuk mencari tahu keberadaan Orang Pendek.

Dua orang peneliti dari Inggris, Debbie Martyr dan Jeremy Holden sudah lama mengabadikan dirinya untuk terus menerus melakukan ekspedisi kepada eksistensi Orang Pendek. Tapi, semenjak pertama kali mereka datang ke Taman Nasional Kerinci di tahun 1990, hasil yang didapat masih jauh dari kata memuaskan. Lain dengan peneliti lainnya, Debbie dan Jeremy datang ke Indonesia dengan di biayai oleh Organisasi Flora dan Fauna Internasional. Dalam ekspedisi yang dinamakan “Project Orang Pendek” ini, mereka terlibat penelitian panjang disana.

Secara sistematik, usaha-usaha yang mereka lakukan dalam ekspedisi ini antara lain ialah pengumpulan info dari beberapa saksi mata untuk mengenal lokasi-lokasi dimana mereka acap kali dilansir muncul. Kemudian ada metode menjebak pada suatu tempat, dimana terdapat sebagian kamera yang senantiasa siap untuk menangkap aktivitas mereka. Namun, hasilnya rasa putus impian dan frustasi senantiasa menghinggap di diri mereka, ketika hasil ekspedisi selama ini yang mereka lakukan, belum memperoleh hasil yang memuaskan alias nihil. Situs Slot Online

Sebagian pakar Cryptozoology mengatakan, bahwa Orang Pendek mungkin memiliki relasi yang hilang dengan manusia. Apakah mereka adalah sisa-sisa dari genus Australopithecus? Banyak Paleontologiest mengatakan, bahwa seandainya anggota Australopithecus masih ada yang bertahan hidup hingga hari ini, maka mereka lebih menyenangi dibeberkan sebagai seekor siamang. Pertanyaan mengenai identitas Orang Pendek yang banyak dikaitkan dengan genus Australopitechus ini, sedikit pudar dengan ditemukannya fosil dari beberapa spesies manusia kerdil di Flores sebagian waktu yang lalu.

Fosil manusia-manusia kerdil “Hobbit” berjalan tegak inilah yang kemudian disebut sebagai Homo Floresiensis. Ciri-ciri lahiriah spesies ini amat mirip dengan penggambaran mengenai Orang Pendek, dimana mereka mempunyai tinggi badan tidak lebih dari satu seperempat meter, berjalan tegak dengan dua kaki, dan telah bisa mengoptimalkan perkakas/alat berburu sederhana, serta sudah cakap menciptakan api. Diperkirakan hidup antara 35000-18000 tahun yang lalu.

Apakah eksistensi “Uhang Pandak” benar-benar yakni sisa-sisa dari Homo Floresiensis yang masih dapat bertahan hidup? Secara jujur, para peneliti belum dapat menjawabnya. Peneliti mengetahui, bahwa setiap saksi mata yang berhasil mereka temui mengatakan, lebih mempercayai Orang Pendek sebagai seekor hewan. Debbie Martyr dan Jeremy Holden, juga mempertahankan pendapat mereka, bahwa Orang Pendek merupakan seekor siamang luar awam dan bukan hominid.

Terlepas dari benar tidaknya mereka ialah bagian dari makhluk halus, hewan, atau bahkan ras manusia yang berbeda. Dunia tentunya masih menyimpan misteri seputar mereka yang seharusnya terus dijalankan penelitian keberadaannya. Bukankah pelbagai peninggalan dan kerangka makhluk separuh simpanse Homo Floresiensis baru-baru ini ditemukan? Menjadi bukti, bahwa ada suatu kelompok sosial makhluk diluar manusia modern yang pernah ada. Dapat jadi, “Uhang Pandak” yang tersembunyi dan penuh misteri selama ini, suatu hari ditemukan. Waktu jualah yang akan menjawabnya.

Facebook Comments
Share Button
crownsbo303.com- Selamat Datang Di crownsbo303.net Situs Online Agen Judi Bola Terpercaya
Agen Bola Tepercaya Situs Judi Online Casino Online Daftar SBOBET Daftar Judi Online Agen Judi Online Agen Bola Tepercaya Main Casino Online Uang Asli Crown303 daftar poker online