CROWN-NEW-527x65 gadingpoker-728x90 kartuking mncqq SARANA-728x90 simpatiqq aseanpoker tebakqq

Pembantaian Sungai Mekong

Tebakqq – Pembantaian Sungai Mekong terjadi pada pagi 5 Oktober 2011, saat dua kapal kargo Tiongkok diserang di Sungai Mekong di kawasan Segitiga Emas di perbatasan Burma dan Thailand. Seluruh 13 anggota kru di dua kapal tersebut dibunuh dan ditenggelamkan kedalam sungai.Peristiwa tersebut merupakan serangan paling mematikan terhadap warga negara Tiongkok di luar negeri pada masa modern.Tanggapannya, Tiongkok sementara menunda perkapalan di Mekong, dan mengadakan perjanjian dengan Myanmar (Burma), Thailand, dan Laos untuk bersama-sama berpatroli di sungai tersebut.Peristiwa tersebut juga mempengaruhi Deklarasi Naypyidaw dan upaya kerja sama anti-narkoba lainnya di kawasan tersebut.ADUQQ

Pada 28 Oktober 2011, setelah pembantaian tersebut, Thailand “menangkap” sembilan prajurit Pasukan Penugasan Pha Muang, yang sejak itu menghilang dari sistem peradilan, menurut Bangkok Post pada 2016.

Mekong adalah jalur air utama di Asia Tenggara. Sungai tersebut bermuara di Tiongkok, di mana sungai tersebut disebut Sungai Lancang, dan mengalir ke Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam, di mana sungai tersebut berakhir di Laut Tiongkok Selatan. Sungai tersebut merupakan rute dagang utama antara barat daya Provinsi Yunnan, Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara.Namun, setelah meninggalkan Tiongkok, sungai tersebut mengalir melalui wilayah Segitiga Emas di mana perbatasan Myanmar, Thailand, dan Laos bertemu. Kawasan tersebut telah lama tak berhukum dan dikenal karena penyelundupan narkoba.Seorang pemilik salah satu kapal yang dibajak menyatakan bahwa hampir setiap kapal Tiongkok di wilayah tersebut dirompak oleh geng-geng sungai.BANDARQQ

Menurut kru dari sebuah kapal lain yang menyaksikan serangan tersebut, sekitar delapan pria bersenjata menyerang kapal kargo Tiongkok Hua Ping dan Yu Xing 8 pada pagi 5 Oktober 2011.Pembajakan tersebut dikabarkan terjadi di perairan Burma.Kemudian pada hari tersebut, kepolisian sungai Thai di wilayah paling utara Provinsi Chiang Rai menemukan kapal-kapal tersebut setelah adu senjata, dan menemukan sekitar 900,000 pil sabu-sabu dengan nilai lebih dari US$3 juta.Jenazah-jenazah para anggota kru Tiongkok kemudian diangkat dari sungai tersebut. Dari kondisi jenazah-jenazah tersebut menunjukan bahwa mereka tewas akibat ditembak atau ditikam, beberapa dari mereka diikat atau ditutup matanya.SAKONG

Menurut kepala kepolisian Provinsi Chiang Rai, geng-geng narkoba menuntut uang perlindungan dari perahu-perahu di Mekong dan terkadang membajak mereka untuk membawakan barang-barang ilegal.Kepolisian awalnya menduga bahwa dalang dari pembantaian tersebut adalah Naw Kham (juga disebut Nor Kham), seorang warga Burma beretnis Shan, yang dituduh menjadi bandar narkoba dan pembajak di Segitiga Emas.Ia diyakini menjadi bekas ajudan raja narkoba terkenal Khun Sa, dan pemimpin sebuah geng dengan lebih dari 100 anggota yang terlibat dalam perdagangan narkoba, penculikan, pembunuhan, dan pembajakan di sepanjang sungai Mekong selama bertahun-tahun.

Namun, penyelidikan lebih lanjut juga tertuju pada sembilan prajurit Thai yang berasal dari unit angkatan darat elit anti-narkotika. Mereka (pada 2012) diselidiki oleh Thailand.

Setelah pencarian panjang yang melibatkan Tiongkok dan Thai, pada akhir April 2012, pasukan keamanan Laos menangkap Naw Kham di Provinsi Bokeo[9] dan mengekstradisikannya ke Tiongkok pada bulan Mei.Naw Kham mengakui kepada pihak berwenang Tiongkok bahwa ia yang bertanggungjawab atas pembantaian tersebut, sementara Burma berencana mengekstradisi ajudan Naw Kham ke Tiongkok karena diyakini memiliki informasi penting tentang serangan tersebut.INDONESIA POKER

Facebook Comments
Share Button